-BENAK REKTOR-

ZIKIR DAN DOA KEBANGSAAN

Dipublish Tanggal 01 August 2026 Pukul 04:32 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Istana bekerjasama dengan Kemenag RI kembali membuat gebrakan dengan menggelar zikir dan doa kebangsaan pada 1 Agustus 2026. Momennya sangat tepat yakni memperingati HUT RI ke 81. Kinerja tahunan telah ditunjukan pemerintah, maka sepatutnya kini dilakukan tasyakuran sekaligus berdoa dan berzikir bersama dengan melibatkan segenap bangsa Indonesia. Hal ini krusial untuk dilakukan sebab terkadang kita lupa bahwa keberhasilan kerja kita sangat ditentukan oleh pendekatan vertikal yang kita rajut ke hadapan Tuhan YME. Tanpa ridho-Nya mustahil kita bisa berhasil dan melangkah sejauh ini. Sembari kita mengharap agar ketika meniti kembali kerja untuk tahun berikutnya tidak mendapatkan hambatan yang berarti. Selaku manusia muslim harus menyadari itu semua. 

Zikir dan doa kebangsaan ini melibatkan pula elemen agama dan keyakinan lain yang turut mendoakan agar perjalanan bangsa ini tetap on the track ke depannya. Tidak mendapatkan gangguan internal maupun eksternal kenegaraan. 

Perjalanan bangsa yang sudah berusia 81 tahun ini wajib untuk selalu dikawal oleh seluruh rakyat Indonesia. Bangsa yang sudah berhasil melewati berbagai macam ujian yang bertubi-tubi harus senantiasa didoakan kehadirat Ilahi Rabbi agar tetap langgeng sampai kapan pun. 


Antusiasme dan partisipasi dari sejumlah elemen masyarakat yang akan mengikuti zikir dan doa kebangsaan ini sangat tinggi, sehingga panitia penyelenggara cukup kewalahan mengakomodir semua arahan dan kebutuhan yang diperlukan, terutama berkaitan dengan transportasi, konsumsi dan akomodasi. Namun panitia sudah mengantisipasi semua hal yang menjadi kendala, sehingga tidak mendapatkan halangan yang berarti.

Subtansi zikir dan doa kebangsaan ini sejatinya adalah untuk merenungkan kembali hakikat eksistensi kita sebagai manusia. Kita menjalankan peran sebagai khalifah atau deputi Tuhan di kesejagatan- terinderawi ini untuk menjalankan instruksi-Nya dan menolak inkonsistensi kepada-Nya. Kita boleh bekerja tetapi tidak melupakan ibadah kehadirat-Nya. Menyadari bahwa tidak hanya memenuhi hajatan jasmaniah, tetapi juga harus memperhatikan nutrisi ruhani secara simultan. Keduanya mesti berimbang tanpa menafikan salah satunya. Menjaga ekuilibrium teo-sosiologis merupakan suatu kewajiban karena ujung dari semua aktivitas kita adalah mendapatkan stempel keridhaan-Nya. Inilah pangkat tertinggi yang diharapkan dapat disandang oleh manusia, yakni kebahagiaan dunia-akhirat.

Kita berharap semoga agenda zikir dan doa kebangsaan berjalan dengan lancar dan sukses agar acara serupa bisa dihelat tahun depan secara lebih baik lagi. Dirgahayu RI ke-81. Merdeka…!!!

Wallahu a’lam bi al-shawab
 

Baca Juga :