Sejarah Perkembangan

15-04-2015 (04:13:46) Profil Web 1237 times
IAIN Kendari resmi berdiri pada tanggal 17 Oktober 2014 berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 145 Tahun 2014 tentang perubahan STAIN Kendari menjadi IAIN Kendari.[1]

Melalui perjalanan panjang, IAIN Kendari bertransformasi menjadi perguruan tinggi Islam negeri terbesar di ranah Sulawesi Tenggara. Sejarah IAIN Kendari dimulai dari terbentuknya Fakultas Tarbiyah Filial IAIN Alauddin Makassar di Kendari.

Selanjutnya, atas dukungan dari Gubernur Sulawesi Tenggara kala itu, yaitu Edi Sabara beserta tokoh masyarakat Sultra, Fakultas Filial IAIN Alauddin Makassar akhirnya berubah status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kendari yang berdiri secara otonom pada tanggal 21 Maret 1997.

Selama kurun waktu 17 tahun, IAIN Kendari telah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 7 kali, yaitu:
  • Drs. M.Syuaib Mallombasi (1997–2001)
  • Drs. H. Laode Kaimoeddin (2001–2002)
  • Drs. H.M. Ishaq, M. Ag. (2002–2005)
  • H. Arief Furqan, MA., Ph.D (2005)
  • Drs. M. Daming K, M.Ag (2005–2007)
  • Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA (2007–2009)
  • Dr. H. Nur Alim, M.Pd. (2009–2014)
Dr. H. Nur Alim menjadi pejabat Ketua STAIN yang mengakhiri perjalanan sejarah STAIN dan membawa sejarah baru dengan peningkatan status kelembagaan menjadi IAIN Kendari pada tahun 2014. Dr. H. Nur Alim dilantik menjadi Rektor IAIN Kendari oleh Menteri Agama RI pada tanggal 4 Maret 2015 di Jakarta.

Usai pelantikan rektor, struktur organisasi IAIN Kendari secara keseluruhan berubah mengikuti struktur baru sesuai PMA No. 9 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja, antara lain dengan dilantiknya tiga orang wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, dan Kepala Biro AUAK.