-BENAK REKTOR-

KADO DARI VLADIVOSTOK

Dipublish Tanggal 04 September 2026 Pukul 08:11 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan ke Rusia yang kedua kalinya dalam tahun ini untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Forum Ekonomi Timur/Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok yang digelar dalam skema working lunch.

Kehadiran Prabowo disambut meriah oleh Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Putin mengungkapkan bahwa pertemuan mereka kali ini merupakan pertemuan kedua dalam setahun terakhir. Putin mengakui bahwa relasi pribadi keduanya yang sangat akrab mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia. Dalam ucapan selamat datang, Putin beserta jajarannya yang hadir sangat gembira menerima kunjungan dari Presiden Prabowo. Kehadiran Prabowo diposisikan sebagai tamu kehormatan utama. 

Gayung bersambut atas respon Putin, Presiden Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026 dan penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026 yang lalu. Presiden Prabowo kemudian menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum penting tersebut secara langsung.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares. Para menteri yang mendampingi tentu akan membawa dan membahas agenda masing-masing bersama dengan mitra kementerian Rusia.

Dalam kunjungan itu pula, dibahas kerja sama di bidang ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik. Pertemuan ini menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama kedua negara yang sudah pernah disepakati sebelumnya. Pertemuan ini sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia akan membuka 138 blok eksplorasi energi untuk investasi. Peluang ini tidak disia-siakan oleh Rusia yang akan menjadi salah satu negara yang tidak hanya diajak masuk bergabung, tetapi sekaligus membawa teknologi serta modal yang cukup besar. Rusia berkomitmen, tidak hanya melibatkan diri pada sektor energi saja, tetapi juga akan membangun pabrik aluminium di Indonesia. Termasuk di dalamnya dibahas masalah perjanjian tarif dan koridor transportasi serta pengembangan sumber daya manusia, terutama generasi muda. Jika terealisasi, kerja sama ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat investasi, teknologi, sekaligus industri dalam negeri.

Kedua pemimpin negara sejatinya telah memiliki pandangan yang sama mengenai bagaimana memajukan negaranya masing-masing. Semangat Prabowo untuk mengadakan pertemuan dan dialog ekonomi terus dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan penting dalam negeri, terutama yang berkaitan dengan energi pada saat ini. 

Presiden Prabowo tetap memainkan perannya sebagai pemimpin negara non blok. Ke manapun dan bertemu dengan pemimpin dunia manapun tidak menjadi soal karena ideologi kerjasama antar negara kita menganut ideologi non blok. Kali ini Presiden ke Rusia sebagai negara yang mewakili Blok Timur, Ia diterima dan disambut dengan penuh kegembiraan. Sebaliknya ketika berkunjung ke Amerika, sebagai representasi dari Blok Barat, Donald Trump akan tetap menyambutnya dengan senang hati.

Beberapa paket kesepakatan kerjasama ekonomi yang disebutkan di atas merupakan kado penting bagi Indonesia di tengah krisis energi yang mendera bangsa kita hari ini. Semoga krisis energi kembali teratasi, sehingga sistem ekonomi dan moneter kita menjadi stabil serta rakyat hidupnya tidak semakin berat.

Wallahu a’lam bi al-shawab

Baca Juga :