Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari
Sudah saatnya prodi yang memiliki peminat sangat tinggi untuk dikurangi kuotanya atau dibatasi penerimaannya mengingat lulusannya sudah sangat banyak. Prodi PAI sepertinya masuk dalam kelompok ini. Prodi PAI yang bernaung di bawah Fakultas Tarbiyan dan Ilmu Keguruan juga ditengarai berkontribusi terhadap besarnya jumlah tenaga kerja terdidik yang belum terberdayakan di bangsa ini.
Terasa aneh juga sebenarnya, mengapa Prodi PAI ini selalu menjadi pilihan primadona calon mahasiswa. Terutama calon mahasiswa yang berasal dari perdesaan banyak yang menjatuhkan pilihannya pada Prodi PAI. Padahal berdasarkan hasil tracer study, lulusan Prodi PAI masih banyak yang belum terekrut menjadi ASN dan pegawai swasta. Bila alasan tersebut yang menjadi dalih mereka. Di setiap gelombang penerimaan reguler calon ASN, selalu dipenuhi dengan pelamar yang berasal dari Prodi PAI.
Fenomena ini menjadi sebuah realitas di mana calon mahasiswa memilih Prodi PAI karena beberapa alasan, seperti adanya arahan orang tua agar anaknya kelak menjadi guru agama, maka harus masuk Prodi PAI. Mungkin juga karena ingin mengikuti tradisi keluarga yang banyak berprofesi sebagai guru. Atau mungkin karena minat dan potensi yang dimiliki, sehingga calon mahasiswa yang menjadikan Prodi PAI sebagai tempat berlabuhnya. Ataukah karena pengaruh teman dekatnya sehingga ia mau menjatuhkan pilihan pada Prodi PAI. Dan sangat boleh jadi juga karena didorong oleh suatu keinginan bahwa setiap kali penerimaan ASN, kuota yang terbanyak biasanya adalah kuota guru.
Dari alasan inilah kemudian diasumsikan banyak calon mahasiswa yang memilih untuk berkuliah di Prodi PAI. Namun ada pula pandangan yang sangat rasional mengapa harus memilih Prodi PAI karena Prodi PAI rata-rata sudah terakreditasi Unggul. Ia adalah Prodi yang berumur “tua” dan Prodi PAI memiliki tenaga SDM yang mumpuni dan mahasiswa yang relatif lebih stabil dalam jumlah besar, sehingga dipandang sudah mapan dan wajar bila mendapatkan predikat akreditasi Unggul. Di sinilah letak keunggulan Prodi PAI ketimbang prodi lain. Dalam perjalanannya saat ini, banyak Prodi PAI yang sudah menyandang status sebagai akreditasi Unggul. Dari 734 prodi yang berpredikat Unggul di lingkungan PTKIN, sebagian besar didominasi oleh Prodi PAI.
Menyoal tentang akreditasi ini, Prof. Nasaruddin Umar menyitir bahwa sejatinya kita tidak mesti terikat dengan legitimasi formal seperti BAN PT dan LAM. Meski ini penting, namun yang paling terpenting adalah bagaimana kampus PTKIN kita unggul di mata masyarakat dan lulusannya banyak yang terserap di lapangan kerja serta berkiprah secara produktif di masyarakat. Lulusannya memiliki imtak yang baik dan menguasai iptek sesuai bidangnya. Meskipun Menag menyadari pula bahwa predikat akreditasi juga merupakan bentuk rekognisi yang melahirkan prestise tinggi bagi kampus.
Maka itu kurang beralasan juga kalau status akreditasi dipandang tidak penting. Tapi itulah faktanya bahwa sebuah kampus dikatakan berkualitas manakala prodi atau institusinya mendapatkan predikat akreditasi Unggul. Dengan mengemukakan Unggul, maka akan menjadi pilihan untuk masuk di sejumlah PTKIN di Indonesia dan tidak terkecuali di IAIN Kendari. Bila Prodi PAI ini selalu menerima calon mahasiswa pada setiap jalur penerimaan, maka lulusannya semakin meluber dan nilai kebermanfaatannya sangat minim karena tidak terekrut pada sektor formal. Terkhusus pada manfaat yang dapat dirasakan bagi kesejahteraan lulusan itu sendiri. Namun pada akhirnya dengan penuh kesabaran dan ketulusan, lulusan Prodi PAI akan menemukan jalannya sendiri untuk selalu bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.