-BENAK REKTOR-

ESENSI MAULID MUHAMMAD

Dipublish Tanggal 04 September 2026 Pukul 05:17 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Untuk sementara ini kita sedang berada di bulan Rabiul Awal dalam almanak Hijriah. Kaum muslimin sedang gencar-gencarnya memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Di beberapa komunitas peringatan maulid ini dirayakan dengan penuh khusyu dan diisi dengan berbagai kesemarakan. Semarak Maulid Nabi Muhammad ditandai dengan munculnya ragam “Male” dalam tradisi Bugis-Makassar. Sementara dalam tradisi Muna-Buton selalu diadakan “Haroa”, semacam acara syukuran memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. dengan menghadirkan aneka hidangan yang sarat makna. 

Maulid berarti lahir atau kelahiran. Muhammad Putra Abdullah dilahirkan pada 571 Masehi di tahun gajah. Disebut tahun gajah karena ketika Muhammad Putra Abdullah dilahirkan ke dunia bertepatan dengan serangan Raja Abrahah dari Abbesinia bersama pasukannya mengendarai gajah. Peristiwa ini diabadikan dalam Alquran Surat (105) al-Fiil. Surat ini berjumlah 5 ayat. Yang menarik dari surat ini adalah mengenai 2 hewan yang disebutkan di dalamnya. Hewan tersebut yaitu al-Fiil dan Thaeran. 

Kata al-Fiil berarti “gajah” dan kata Thaeran berarti “burung”. Kata al-Fiil disebutkan pada ayat 1 dan kata Thaeran disebutkan pada ayat 3. Gajah merupakan hewan yang hidup di darat, buana atau bumi. Sedangkan Burung adalah hewan yang hidup di udara atau langit. Gajah selalu mencari sumber kehidupan di sekeliling bumi dan burung senantiasa mengepakkan sayapnya untuk mencari sumber kehidupannya dengan mengembara menelusuri luasnya langit. 

Timbul pertanyaan filosofis. Mengapa Allah swt. menyebutkan dan mempertemukan kedua hewan tersebut dalam satu yang cukup pendek yakni hanya 5 ayat saja. Dan peristiwa yang dilukiskan adalah peristiwa yang bertepatan dengan kelahiran Muhammad Putra Abdullah. 

Jawabannya adalah bahwa kedua hewan tersebut mewakili kawasannya masing-masing. Gajah mewakili kawasan bumi sedangkan burung mewakili kawasan langit. Gajah salah satu hewan besar dan sangat perkasa di bumi, sedangkan burung sangat perkasa di langit bila dibanding hewan darat karena mampu terbang dan meliuk-liuk menghindari terjangan makhluk lainnya.  Atau dengan kata lain, gajah merupakan representasi dari simbol bumi, sedangkan burung adalah keterwakilan dari simbol langit. 

Bagaimana posisi kedua hewan tersebut kaitannya dengan kelahiran Muhammad Putra Abdullah. Di sini hendak dijelaskan secara Geo-Astronomi Filosofis bahwa kelahiran Muhammad Putra Abdullah ke alam dunia ini, dimaknai telah mendapatkan restu, baik dari bumi, maupun dari langit. Artinya kehadiran Muhammad Putra Abdullah bukan kehendak siapa-siapa, tetapi keberadaanya sudah menjadi “kehendak bumi”, sekaligus juha menjadi “kehendak langit”. 

Secara Sosio-Teologis, lahirnya Muhammad Putra Abdullah dari “perspektif bumi” sangat dinantikan oleh umat manusia yang masih berada dalam kegelapan tanpa keyakinan yang pasti dan rasional. Sedang Kelahiran Muhammad Putra Abdullah dalam “perspektif langit” merupakan manusia mulia yang hendak menyampaikan pesan dan risalah yang berasal dari langit sebagai simbol ketinggian atau keagungan seperti yang dilukiskan sebagai ketinggian dan keagungan Allah swt. 

Ketika kedua kawasan ini, langit dan bumi sudah  berterima, maka keridhaan atas penerimaan Muhammad Putra Abdullah sebagai khalifah bagi seluruh alam semesta benar-benar telah mendapatkan legitimasi. Legitimasinya tidak hanya berasal dari langit, tetapi juga legitimasi bumi secara bersamaan.

Wallahu a’lam bi al-shawab

Baca Juga :