-BENAK REKTOR-

MENAG RAIH PERINGKAT 1 APRESIASI PUBLIK: REKTOR, BUAH KERJA IKHLAS DAN CERDAS

Dipublish Tanggal 19 October 2025 Pukul 23:42 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Setahun sudah tepatnya 20 Oktober 2024 jajaran kabinet Prabowo-Gibran dilantik. Dalam perjalanan setahun ini tentu publik akan menilai bagaimana kinerja dari masing-masing kementerian/lembaga negara. Sekian banyak Menteri telah memperlihatkan kinerjanya di hadapan rakyat Indonesia. Ada yang sangat memuaskan dan ada pula yang masih memerlukan energi plus untuk memperbaiki kinerjanya di masa datang.

Adalah Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., meraih apresiasi publik tertinggi dalam survei nasional Poltracking Indonesia terkait evaluasi kinerja satu tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran. Dari 52 pejabat setingkat menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih, Menteri Agama menduduki peringkat pertama dengan tingkat kepuasan publik mencapai 65,7%, terdiri atas 10,8% sangat puas dan 54,9% puas.

Analisis hasil survei yang bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo–Gibran” ini diumumkan pada Minggu (19/10/2025) melalui kanal YouTube Poltracking TV. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, menjelaskan bahwa survei dilakukan secara tatap muka pada 3–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Hanta Yuda, publik menilai Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin Umar berhasil memperlihatkan kinerja yang profesional, komunikatif, dan berdampak nyata. “Sepuluh besar pejabat setingkat menteri dengan apresiasi kinerja tertinggi menempatkan Menteri Agama di urutan pertama,” jelas Hanta dalam paparannya.

Di posisi selanjutnya menyusul Menpora Erick Thohir (63,5%), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (61,2%), Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (61%), Panglima TNI Agus Subiyanto (60,2%), Menkes Budi Gunadi Sadikin (58,3%), Seskab Teddy Indra Wijaya (58,1%), Menko Pangan Zulkifli Hasan (56,2%), Jaksa Agung ST Burhanuddin (56,2%), dan Menpera Maruarar Sirait (56,2%).

Dielaborasi lebih lanjut, Poltracking mencatat bahwa keberhasilan Pemerintah Prabowo–Gibran paling tinggi dalam lima bidang, yaitu: Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama (86,7%), Menjaga Keagamaan (80,2%), Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa (77,1%), Pendidikan Terjangkau (76,8%), dan Layanan Kesehatan Terjangkau (76%). “Dari temuan ini terlihat bahwa kinerja Kementerian Agama sangat menonjol dalam menjaga kerukunan dan harmoni kebangsaan,” ungkap Hanta.

Merespon capaian tersebut, Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag. menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja Kementerian Agama. Ia menilai penghargaan publik ini merupakan bukti nyata bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Kemenag telah berjalan dengan baik dan dampaknya dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Kepemimpinan Prof. Dr. KH.Nasaruddin Umar, MA. berhasil mentransformasikan Kemenag menjadi institusi yang melayani dengan dilandasi nilai keikhlasan, kecerdasan, profesionalisme, dan transparansi publik yang sangat tinggi", ujarnya.

Rektor IAIN Kendari juga menegaskan bahwa hasil survei ini sejalan dengan semangat transformasi kelembagaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). “Kami di PTKIN terus memperkuat tata kelola akademik dan birokrasi yang akuntabel serta adaptif terhadap perubahan zaman. Kinerja Menag menjadi inspirasi bagi kami agar bagaimana nilai-nilai agama dapat diimplementasikan dalam tata kelola pemerintahan yang maju dan modern,” tambahnya.

Menurut Prof. Husain yang juga Dewan Penasihat ISNU Sultra, menyebut keberhasilan Menteri Agama juga menunjukkan kemampuan komunikasi publik yang kuat, sebagaimana disebutkan Poltracking bahwa apresiasi publik tidak hanya ditentukan oleh kinerja substantif, tetapi juga oleh kemampuan kementerian mengomunikasikan capaian dan dampaknya kepada masyarakat. “Kemenag di bawah Prof. Nasaruddin mampu menghadirkan kesalehan pemerintahan yang bernilai intelektual dan rasional yang menjadi subtansi reformasi birokrasi yang bermartabat", tegasnya.

Selanjutnya Hanta Yuda menutup paparannya dengan menekankan bahwa hasil survei Poltracking ini mencerminkan dua hal penting, yakni profesionalisme teknokratis dan keberhasilan komunikasi publik. “Sehebat apa pun kinerja kementerian, jika tidak dikomunikasikan dengan baik, publik tidak akan merasakan manfaatnya. Dalam hal ini, Kementerian Agama berhasil menjalankan keduanya secara seimbang,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Kementerian Agama meneguhkan diri sebagai salah satu lembaga negara paling dipercaya publik, dan menjadi contoh bagi kementerian lain dalam membangun birokrasi yang religius, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Prof. Husain yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Sultra menilai bahwa Poltracking merupakan lembaga survei yang kredibel dan independen, di mana hasil surveinya selalu terbukti benar, sehingga tidak diragukan lagi kesahihannya. Prof. Husain kembali menguatkan bahwa: "survei penilaian publik terhadap hasil pencapaian kinerja tertinggi ini, tidak lantas berpuas diri dan jumawa, akan tetapi menjadi motivasi bagi seluruh entitas Kemenag RI untuk terus menunjukan semangat bekerja yang prima dan berdampak bagi kemajuan umat, bangsa dan negara", pungkasnya.

Baca Juga :