-BENAK REKTOR-

BEREBUT BEASISWA LPDP/BIB

Dipublish Tanggal 29 December 2025 Pukul 08:03 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Setiap tahun LPDP (Lembaga Penjamin Dana Pendidikan) menyiapkan beasiswa pendidikan yang luar biasa banyak. Mulai dari jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor. Lokus studi ditujukan pada perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Bagi Direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI memformulasikan namanya denga istilah BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit). 

Begitu seksinya beasiswa LPDP/BIB ini hingga ia menjadi program incaran bagi calon-calon mahasiswa yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama kepada mereka yang kurang mampu secara finansial. Sudah banyak alumni dari beasiswa ini. Namun tidak lebih sedikit pula yang menanti untuk menikmati beasiswa yang bersumber dari sebagian anggaran negara 20% ini dari sektor pendidikan. 

Beasiswa ini tidak pernah habis dalam setahun fiskal. Selalu tersedia sepanjang tahun sebagai amanah undang-undang. Namun persyaratan untuk mendapatkan beasiswa LPDP/BIB ini sangat berat. Calon mahasiswa harus memiliki skor TOEFL minimal 500 dan syarat lain, terutama yang berasal dari wilayah 3T guna mengimplementasikan pendidikan yang merata bagi semua kalangan. 

Nampaknya mahasiswa dan lulusan PTKIN belum banyak yang bersiap untuk mengikuti studi di bawah tanggungan LPDP/BIB karena mereka tidak memiliki kompetensi penguasaan bahasa Inggris yang memadai. Oleh karenanya banyak yang tidak terekrut pada saat pendaftaran tiba. Belum lagi kalau kita berbicara tentang kelanjutan studi di luar negeri. Masih banyak kekurangan yang dimiliki oleh mahasiwa dan lulusan PTKIN kita. 

Bandingkan dengan mahasiswa dan lulusan dari PT seperti Universitas Atmajaya. Tidak bermaksud untuk membandingkan, tapi paling tidak kita bisa mengambil pelajaran berharga dari mereka. Bahwa mereka sudah diberikan kursus bahasa Inggris dan kurikulum PT tujuan sedari awal. Kampus menyiapkan program kursus hingga mencapai TOEFL di atas 500, sehingga ketika mereka tes beasiswa LPDP, banyak yang dinyatakan lulus dan tidak tanggung-tanggung, langsung menembak perguruan tinggi luar negeri. 

Menilik ke IAIN Kendari. Sesungguhnya kita sudah punya Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) yang bisa membantu mahasiswa untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di lembaga tersebut. Hal ini penting dalam rangka mempersiapkan calon mahasiswa dan lulusan yang telah memiliki kompetensi penguasaan bahasa Inggris yang memadai, sehingga pada saatnya tiba tes LPDP/BIB mereka sudah siap untuk sekompetitif dengan peserta dari PTKIN lain. Kursus ini sudah diprogramkan oleh PPB namun sepi peminat. 

Memang mahasiswa kita masih perlu diberikan motivasi dan diberikan orientasi tentang studi di masa depan seperti apa dan bagaimana sistem penganggaran yang harus disiapkan. Informasi ini yang belum sampai ke mahasiswa. Maka itu diperlukan sosialisasi yang lebih masif di kalangan mahasiswa dan tidak hanya dosen yang melakukan sosialisasi, tetapi juga mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi  Tadris Bahasa Inggris. PPB juga bisa memanfaatkan jasa dosen-dosen yang sudah pernah mendapatkan beasiswa LPDP/BIB untuk memberikan testimoni tentang proses seleksi LPDP/BIB dan orientasi tentang studi di perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.(*)

Baca Juga :