-BENAK REKTOR-

SKANDAL EPSTEIN DAN REPUTASI TRUMP

Dipublish Tanggal 11 February 2026 Pukul 12:27 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Berita media belakangan ini, terutama yang menyorot masalah kriminal, cukup ramai membahas tentang keterlibatan Donald Trump dalam skandal yang dilakukan Jeffrey Epstein. Memang keduanya memiliki relasi sebagai kolega. Mereka bersahabat cukup lama. Namun kemudian harus berakhir dengan retaknya pertemanan mereka karena perilaku Epstein yang dinilai tidak wajar. Trump dan Epstein mulai bersahabat sekira akhir 1980-an. Mereka kerap mengunjungi properti masing-masing, termasuk kunjungan Epstein ke Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida miliki Trump. Terkadang ia juga diundang khusus oleh Trump untuk menghadiri pesta bersama kalangan elite lainnya. Namun, kehadiran Epstein di resor tersebut tidak hanya untuk berlibur, tetapi juga melakukan tindakan yang tidak pantas. Epstein diketahui melakukan pelecehan terhadap beberapa karyawan di Mar-a-Lago, termasuk seorang pekerja berusia di bawah umur yang dipaksa berbuat tidak senonoh dengan Epstein di rumahnya pada 2003. Setelah mengetahui perilaku Epstein, Trump akhirnya memutuskan untuk mengusir Epstein dari Mar-a-Lago dan melarangnya kembali karena perilakunya yang dianggap menjijikan.

Sekedar diketahui bahwa Mar-a-Lago adalah sebuah real estate mewah yang terletak di Palm Beach yang memiliki 126 kamar; termasuk 58 kamar tidur dan 33 kamar mandi; ballroom seluas 20.000 kaki persegi dengan dekorasi emas dan kristal chandelier; ruang makan formal dengan langit-langit yang dicat tangan dan dinding yang dilapisi dengan permadani; kolam renang sepanjang 132 kaki dan bak air panas; pantai pribadi dan klub pantai; lapangan golf 27 lubang; pusat kebugaran dan spa; perpustakaan dengan koleksi buku langka dan artefak; ruang tamu dengan perabotan antik dan modern; ruang makan outdoor dengan pemandangan laut; courtyard dengan air mancur dan tanaman hijau. Mar-a-Lago sering menjadi tuan rumah acara-acara mewah dan politik, termasuk gala amal dan konser besar. Fasilitas ini juga digunakan untuk pertemuan politik dan acara sosial lainnya. Mar-a-Lago adalah contoh arsitektur mewah dan memiliki nilai sejarah yang signifikan. Real estate ini telah menjadi simbol kemewahan dan kekuasaan, serta menjadi tempat yang populer bagi selebriti dan tokoh politik. 

Namun di balik kemewahan Mar-a-Lago terdapat beberapa dokumen skandal Epstein yang lahir dari sana dan dirilis oleh Departemen Kehakiman AS yang menyebutkan bagaimana hubungan Trump dengan Epstein, termasuk tuduhan bahwa Trump telah melakukan tindakan tidak pantas terhadap beberapa wanita. Sehubungan dengan skandal Epstein, Trump membantah melakukan tindakan tidak pantas dan menyatakan bahwa dia tidak memiliki hubungan dekat dengan Epstein. Nama Trump disebutkan lebih dari 1.800 kali dalam dokumen terkait kasus Epstein, menurut rilis dokumen oleh Kementerian Kehakiman AS. Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar dari penyebutan tersebut adalah artikel berita atau materi yang tersedia untuk umum, dan tidak ada bukti yang menunjukkan komunikasi langsung antara Trump dan Epstein. Boleh jadi Trump sengaja dicatut namanya oleh Epstein untuk mencari teman bersama dalam ruang tahanan. Banyak cara yang bisa dilakukan di era sekarang ini. Sebab kerap kali yang asli menjadi palsu, atau sebaliknya yang palsu diklaim sebagai yang asli. Dunia sudah “tabola-bale”. Tidak hanya nama Trump, tetapi juga nama "Indonesia" disebutkan sebanyak 902 kali. Setelah dikonfirmasi berkurang menjadi 886 kali. Namun penyebutan itu tidak berkaitan dengan konspirasi menjalankan agenda terselubung dunia. 

Terlepas dari benar atau tidak Trump terlibat dalam skandal Epstein, tapi Trump harus waspada karena kelompok oposisi sedang memanfaatkan kasus ini untuk mengeksploitasi berita hangat untuk membuat Trump menjadi lemah. Wacana ini sengaja dihembuskan sekencang-kencangnya di tengah situasi dalam negeri Amerika yang kurang bersahabat dan di tengah tekanan dunia internasional atas kebijakan Trump, yang dinilai oleh sejumlah kalangan, tidak pro-rakyat. Dimulai tekanan yang muncul secara internal dari person yang sangat dekat dan selalu berada di sekeliling Trump, tentu kemudian situasi tersebut direspons secara negatif oleh lawan politik, wartawan dan dunia internasional terutama oleh Rusia dan Cina.

Epstein ini tidak hanya bergerak secara individual tetapi sudah berjalan dengan berkelompok. Modal finansial segudang membuat jaringan Epstein semakin menggurita di mana-mana. Banyak simpatisan Epstein yang dibentuk dan dikelola secara rapi dan sistematis. Terutama menyasar kawula muda yang senang dengan kehidupan malam dan berpesta pora. Di sinilah kemudian “sinetron” Epstein sesungguhnya dipertunjukan. Disajikan makan dan minuman yang membuat orang lupa diri dan kemudian terjadilah tindakan di luar nalar manusia rasional. 

Epstein tidak hanya bergerak di bidang properti, tetapi juga hampir di seluruh segmen kehidupan. Mulai dari urusan bagaimana mempertemukan kepentingan para elit politik, bagaimana formula kesehatan dunia ke depan, persoalan publikasi dan manajemen para selebritas, masalah pertunjukan kebudayaan, termasuk hal yang berkaitan dengan kebutuhan spiritualitas manusia, hingga menyentuh artefak suci umat Islam yang menjadi kain pembungkus Ka'bah, yakni Kiswah. Mungkin karena ketertarikan Epstein pada dunia ritual, sehingga dia berkeinginan untuk memiliki Kiswah itu. Meskipun kepemilikan Epstein terhadap Kiswah ini mendapatkan reaksi keras dari kalangan muslimin di berbagai belahan dunia.

Jaringan Epstein di Amerika sudah menjalar hingga ke luar negeri. Eropa, Asia, Australia, Afrika, dan bahkan disinyalir juga sudah terbentuk di Indonesia. Ini yang berbahaya karena ketika anak-anak muda Indonesia terpengaruh, maka ke mana tumpuan bangsa kita pijakan. Ke mana lagi harapan orang tua digantungkan. Maka itu, sedialah payung sebelum hujan; lebih baik mencegah dari pada mengobati. Anak-anak muda kita sekarang ini harus memiliki literasi yang baik mengenai pengaruh negatif dari luar agar selanjutnya dapat dihindari. Meskipun mungkin generasi kita hidup serba kekurangan atau mungkin pas-pasan tetapi pengaruh negatif dari dalam atau dari luar mesti dihindari. Karena dampak negatif dari jaringan Epstein tersebut belum dirasakan hari ini, tetapi mungkin esok lusa akan muncul satu per satu. Peran orangtua, guru, dan dosen di sini sangat dibutuhkan untuk membentengi para pelajar dan mahasiswa agar tidak terjebak dalam jaringan Epstein yang berakhir pada kenistaan. Wallahu a’lam bisshawab.(*)

Baca Juga :