Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari
Selama setahun perjalanan pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Prabowo–Gibran diwarnai dengan apresiasi publik terhadap kinerja sejumlah kementerian. Berdasarkan hasil survei IndoStrategi Research & Consulting, Kementerian Agama menempati peringkat ketiga kementerian dengan kinerja terbaik nasional dengan skor 3,26 poin.
Capaian ini menempatkan Kemenag di antara tiga besar lembaga yang dinilai paling efektif dan berkontribusi dalam pelayanan publik, bersama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Luar Negeri.
Mengapresiasi kondisi ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyebutkan bawa hasil pencapaian ini tentu sebagai buah dari kinerja dan kerja-kerja sistematis berdampak yang berlandaskan pada Asta Protas—delapan prioritas strategis Kemenag RI yang menekankan pelayanan umat, tata kelola transparan, dan transformasi digital di bidang keagamaan.
"Alhamdulillah ini kabar yang sangat menggembirakan dan membanggakan. Kami turut bersyukur dan berterima kasih atas penilaian yang telah diberikan. Sebagaimana diketahui bahwa IndoStrategi merupakan lembaga survei yang dinilai sangat kredibel dalam melakukan survei ini," ungkap Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Jumat (17/10).
Lebih lanjut Sekjen mengungkapkan bahwa: "Bentuk pencapaian ini juga merupakan buah dari kontribusi banyak pihak, mulai dari pimpinan unit eselon I, Kepala Kanwil, pimpinan PTKN, dan seluruh ASN Kementerian Agama. Terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya. Keberhasilan ini adalah milik kita semua,” imbuhnya.
“Penguatan yang kami lakukan selama satu tahun terakhir berfokus pada Asta Protas. Delapan prioritas strategis ini menjadi panduan kami dalam memperluas jangkauan layanan, memperkuat literasi keagamaan moderat, dan membangun birokrasi yang melayani dengan hati,” ujar Kamaruddin di Jakarta.
Lebih jauh, Kamaruddin menegaskan bahwa arah kerja Kemenag juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan manusia, keadilan sosial, dan pemerataan pendidikan sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
“Kemenag menjadi bagian integral dari orkestrasi besar pemerintahan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami mendukung penuh agenda PHTC Presiden Prabowo seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Garuda, karena nilai-nilai di balik program tersebut sangat sejalan dengan misi keagamaan yang humanis dan berkeadilan,” menurutnya.
Kamaruddin menambahkan, Kemenag terus berinovasi melalui dua inisiatif strategis: Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta. Keduanya menjadi simbol bagaimana nilai-nilai agama dapat diterjemahkan dalam kebijakan yang menyentuh aspek kemanusiaan dan keberlanjutan.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa kepedulian terhadap alam adalah bagian dari ibadah. Sementara Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Inilah wajah baru Kemenag—agama yang membangun, bukan memisahkan,” ungkapnya.
Menurut Kamaruddin, capaian survei ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan nyata dari kepercayaan publik yang tumbuh karena perubahan pelayanan dan komunikasi yang semakin terbuka. Di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kemenag terus memperkuat tata kelola berbasis data, mempercepat digitalisasi layanan pendidikan, early warning system kondisi kerukunan umat beragama, serta mendorong kolaborasi lintas sektor, pungkasnya.
“Kami bersyukur atas apresiasi publik ini. Namun bagi kami, ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan panggilan untuk bekerja lebih keras, lebih jujur, dan lebih empatik dalam melayani umat,” tutupnya.
Dalam pada itu, Rektor merespon dengan bangga bahwa pencapaian yang diraih Kemenag RI berdasarkan penilaian IndoStrategy Research & Consulting perlu dipertahankan dan dikembangkan lagi agar menjadi kementerian/lembaga yang menempati peringkat pertama ke depan melalui kerja nyata melayani umat, memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi, serta tidak lupa mempublikasikan dan mengamplifikasi layanan tersebut ke media, baik media cetak, elektronik, maupun media sosial agar publik mengetahui kerja nyata dari seluruh aparatur kementerian agama.