-BENAK REKTOR-

URI: AKANKAH MENJADI PTN SUPERBODY

Dipublish Tanggal 30 July 2026 Pukul 10:31 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

 

Seolah publik terkagetkan dengan pelantikan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) yang dilangsungkan di Istana Negara pada 22/7/2026. Dua hal yang spektakuler pada konteks ini, yakni sebutan bagi pimpinan universitas tersebut dan lokus pelantikan. Nyaris tidak ada pimpinan universitas  yang disebut Gubernur dan dilantik di Istana Negara oleh Presiden. 

Itulah Prabowo yang selalu menciptakan kejutan-kejutan. URI dirancang untuk mengkader calon pemimpin birokrat dan BUMN, sekelas menteri, sekjen atau Dirjen suatu hari kelak. Mereka disiapkan menjadi leaders yang berintegritas tinggi. Desain kurikulum ekstra ketat yang fokus pada up-grading karakter secara prima. Mengapa ini dilakukan? Karena Prabowo sudah gusar bin gerah dengan ulah para leaders K/L yang selalu korup dan culas. Mereka menilep uang negara dengan angka yang nyaris di luar nalar. Seolah hidup di masa depan hanyalah milik mereka. Tidak memikirkan nasib 290 juta rakyat Indonesia. Rakyat sudah membayar pajak dengan terpaksa dan tertatih, tetapi dinikmati sepihak oleh pemilik kuasa. Beranjak dari sinilah kemudian Prabowo mendirikan URI. Dengan harapan akan lahir leaders yang cerdas prima berintegritas sekaligus memotong generasi korup dan culas. Prabowo tidak sudi memelihara para tikus birokrasi yang selalu memanfaatkan kesempatan. Meski pada kesempatan lain, terkadang beliau dikhianati pula oleh bawahannya. Munculnya pemimpin yang tidak peka terhadap kondisi negara menandakan lemahnya nasionalisme dan rendahnya pemahaman terhadap subtansi dasar bernegara. Oleh karena itu, URI hadir untuk menjawab problem kebangsa-negaraan kita.

URI bila dibandingkan dengan UNHAN (Universitas Pertahanan) sedikit berbeda. URI semacam sekolah kepemimpinan nasional. Sementara UNHAN seperti akademi militer berwujud universitas. UNHAN dipimpin Rektor, sedang URI dikomandoi Gubernur. UHNAN mencetak ahli pertahanan negara, sebaliknya URI menyiapkan pimpinan nasional di lini birokrasi, ASN, BUMN dan sejenisnya. 

Tidak dapat pula disamakan atau terkesan mereduksi peran LEMHANNAS (Lembaga Ketahanan Nasional) sebagai wahana mencetak kader pemimpin nasional. LEMHANNAS laiknya sekolah kepemimpinan bersifat temporer. Sedang URI jauh lebih bersifat permanen. Meski approach pendidikan dan konten kajian kurikulumnya dalam beberapa hal terdapat kesamaan. Namun URI dirancang seperti universitas biasa yang berjalan sesuai tahun akademik dan tahun fiskal.

Pintu utama pembangunan dan kesejahteraan adalah kepemimpinan birokrasi. Bila birokrasinya sehat maka pembangunan dan kesejahteraan tentu akan baik pula. Oleh karena itu menciptakan SDM yang berintegritas dan memiliki nasionalisme tinggi sangat dibutuhkan pada konteks ini. Dalam kepentingan itulah diperlukan URI.

Memang keberadaan URI masih debatable di tengah publik. Bagaimana model kebebasan akademik dan mimbar akademik di URI. Apakah semua berjalan berdasarkan jalur komando atau seperti apa. Tentu jawabannya dikembalikan pada pihak URI sendiri. Bagaimana struktur organisasi dan tata kerja dan statutanya. Kedua ini merupakan kitab rujukan bagi sebuah perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Tugas akademik tentunya akan berjalan dengan normal, namun ada muatan yang lebih dominan berkaitan dengan leadership, manajerial, publik speaking, human relation, decision making, moderasi, integritas dan antikorupsi, multikulturalisme, nasionalisme dan patriotisme, wawasan Nusantara, geopolitik dan geostrategis, ragam idiologi yang berkembang dan sebagainya.

Ada anggapan bahwa URI akan membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan anggarannya akan mengganggu anggaran di Kemendikti Saintek. Tapi semua ditepis oleh Menteri Brian bahwa URI tidak akan menjadi pusat perguruan tinggi di Indonesia dan anggarannya kemungkinan akan dialokasikan secara tersendiri. Biarlah waktu yang akan menjawab seluruh diasumsikan.

Wallahu a’lam bi al-shawab

Baca Juga :