-BENAK REKTOR-

AS-IRAN DIAMBANG PERANG NUKLIR

Dipublish Tanggal 02 August 2026 Pukul 15:13 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari

Apa jadinya bila AS dan Iran unjuk nuklir dalam perang besar di antara kedua negara. Gejala ini sudah mulai nampak karena masing-masing sedang menyiapkan peningkatan pengayaan uraniumnya ke tingkat yang lebih membahayakan, yakni bom nurklir atau misil yang berhulu ledak nuklir. 

Kedua negara tidak ada kata yang tepat untuk saling percaya. Bahasa dan kata curiga selalu muncul di benak keduanya. Washington selalu tampil dengan kalimat yang meyakinkan bahwa merekalah yang menjadi pemegang kendali. Sementara Teheran juga tidak mau kalah, bahwa mereka selalu waspada untuk menghadapi AS yang selalu mematahkan kesepakatan. Tidak hanya itu, dikala perundingan sedang berjalan, AS bisa langsung melakukan serangan melalui proxinya yakni Israel. Jadi memang amat sulit kedua belah pihak saat ini untuk diajak ke meja perundingan. Masihkah lagi Presiden Pakistan bersedia untuk menjadi mediator perundingan keduanya. Sulit untuk dinalar.

Perundingan tinggal hanya perundingan. Selalu berakhir dengan pengkhianatan. Ujungnya selalu berlomba dengan adu misil siapa yang lebih kuat, yang tercanggih, yang tidak terdeteksi oleh radar, dan siapa yang lebih presisi sasarannya. Seolah takkan pernah usai. Ditambah lagi dengan keberhasilan AS memprovokasi beberapa negara teluk agar menyerang Iran dengan alasan telah mengganggu kedaulatan negara mereka. Walhasil bandara Yaman dibombardir dengan misil yang ditembakkan dari Arab Saudi. Belum lagi jika Yordania ikut nimbrung dengan menyerang basis pertahanan udara dan darat milik Hizbullah di Lebanon. Tentu akan memperkeruh suasana dan perang akan melebar seluas Timur Tengah. 

Tanda-tandanya sudah mulai terlihat jelas. Trump sudah meminta kode rahasia nuklir dari Pentagon. Sementara Iran pun sudah mulai intensif meningkatkan pengayaan uranium hingga ke tingkat siap pakai menjadi bom nuklir atau misil dengan membawa hulu ledak nuklir. Mulai dari berat yang berukuran standar hingga yang beratnya per ton. Bahkan pengamat memprediksikan bahwa sebelum bom nuklir atau misil berhulu ledak nuklir AS tiba di Teheran atau daerah sekitarnya, maka akan lebih dulu senjata nuklir Iran akan mencapai Washington dan negara bagian AS. Keadaan ini sungguh mengkhawatirkan. Hal ini akan semakin parah bila NATO ikut campur dalam perang super dahsyat ini. 

Eksistensi manusia tanpa dosa pun di bumi ini ikut terancam. Dampak yang ditimbulkan pun akan sangat besar. Lingkungan manusia, hewan, dan tumbuhan ikut terimbas radiasi nuklir yang akan dilesakkan. Bencana kemanusiaan dan ekologis akan lebih terasa ketika serpihan bom dan uranium cair yang sempat terkena manusia dan hewan. Tidak hanya manusia yang akan berubah sistem genitasnya, tetapi juga akan muncul jenis-jenis hewan dengan spesies baru sebagai hasil dari metamorfosis akibat terkena radiasi nuklir. Nagasaki dan Hiroshima menjadi fakta sejarah mengenai bencana kemanusia akibat bom nuklir. Pun tragedi Chernobyl cukup menjadi rujukan mengenai munculnya spesies baru sebagai akibat dari radiasi nuklir. 

Kita tidak berharap perang nuklir akan terjadi. Kedua belah pihak, baik Teheran maupun Washington harus duduk bersama, walaupun pahit terasa demi kemanusiaan dan kelangsungan bumi bagi generasi selanjutnya yang harus selalu ada dalam benak para diplomat. Negara-negara mediator juga harus berani menampilkan dirinya agar menjadi mediator yang baik dengan melihat rekam jejak kepemimpinan dan reputasinya yang eligible.

Wallahu a’lam bi al-shawab

Baca Juga :