-BENAK REKTOR-

PRABOWO, THE TOUGH PRESIDENT: MEMBACA PIKIRAN TRUMP

Dipublish Tanggal 22 February 2026 Pukul 08:34 Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag - Rektor IAIN Kendari



“A man that I really like a lot. He’s definitely tough. I don’t wanna fight Him. President Prabowo of Indonesia. Thank you very much please. You do a great job and respected by everybody and thank you very much for being here. Thank you very much Mr. President”. (Seorang pria yang sangat saya sukai. Dia benar-benar tangguh. Saya tidak ingin melawannya. Prabowo Presiden Indonesia. Terima kasih banyak. Anda melakukan pekerjaan yang hebat dan dihormati oleh semua orang dan terima kasih banyak telah hadir di sini. Terima kasih banyak, Bapak Presiden) 

Amazing…!, Presiden Amerika Donald J. Trump melontarkan kalimat “A man that I really like a lot” bahwa Prabowo adalah presiden yang sangat disukai. Dalam kacamata diplomatik, posisi Indonesia dinilai cukup aman dari segi politik dan ekonomi. Mungkin karena Indonesia memainkan politik luar negeri bebas-aktif yang selalu berada di tengah. Tidak berat ke kiri dan tidak pula memihak ke kanan. Di mana lokus yang memberikan kebaikan global, maka di sanalah Indonesia berposisi. Prabowo menghadiri perayaan megah PKC di Beijing atas undangan Presiden Xi Jinping, bukan berarti Indonesia akan mengubah haluan idiologinya ke Kiri dengan menafikan Pancasila sebagai satu-satunya idiologi Negara Indonesia. Pada kesempatan lain, Prabowo menghadiri undangan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas isu strategis dan stabilitas kawasan, tidak bermakna Indonesia akan berkiblat ke Rusia. Sebaliknya, Prabowo menghadiri inaugurasi Board of Peace di Washington, tidak secara mutlak Indonesia akan berlabuh ke lambung Kanan Amerika sepenuhnya. Semata-mata hanya karena mengharapkan terwujudnya perdamaian sejati di Gaza dan kemerdekaan Palestina sebagai Negara berdaulat, maka Indonesia mengambil peran di sana. Politik luar negeri yang bebas-aktif ini cukup flamboyan dilakonkan pula secara ekonomi. Presiden Prabowo ke Rio de Janeiro menghadiri KTT BRICS, tidak mendeklarasikan bahwa Indonesia menjadi Negara anggota BRICS. Atau sebaliknya, Prabowo bertemu Trump untuk menandatangani Agreement on Reciprocal Trade, perjanjian dagang yang menguntungkan kedua Negara. Tidak boleh diklaim bahwa Indonesia menjadi sekutu dagang yang manut begitu saja pada Amerika. Asumsi ini yang menjadi alasan mengapa kemudian Trump “menyukai” permainan indah yang difragmentasikan Prabowo. Meski demikian masih ada yang menganggap bahwa perjanjian dagang itu merupakan sebuah jebakan. Misalnya Trump mengenakan tarif impor 19% yang sudah diturunkan dari 32% sebelumnya. Namun apakah tarif impor yang berlaku bagi Indonesia ini sudah menjadi bagian yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS atau tidak. MA-AS hanya mengizinkan penetapan tarif impor maksimal 10%. Masih lebih tinggi ketimbang World Trade Organization (WTO) di kisaran 3-5%. Memang Indonesia menerima penuruan tarif menjadi 19%, tapi Indonesia mesti berkomitmen memfasilitasi pembelian barang dan jasa AS senilai USD 33 miliar yang terdiri dari jagung, beras, kedelai, daging sapi, gandum, kapas, etanol, apel, jeruk, anggur, LPG, minyak mentah, bensin, batubara, 50 pesawat Boeing, rekonstruksi freeport, serta penguatan geopolitik. Hal ini sudah diantisipasi oleh pemerintah dengan mengalihkan volume impor dari Negara lain sebagai mitra dagang Indonesia ke AS dan bukan untuk menambah volume impor. Artinya volume tetap namun digeser sebagian dari Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Afrika ke AS. Perjanjian ini tidak untuk membatasi ruang gerak politik bebas aktif Indonesia dan tidak boleh bekerjasama dengan Negara yang menjadi “lawan” AS. Bukan pula untuk menafikan labelisasi halal yang dijalankan BPJPH. Atau AS diklaim memiliki hak veto seutuhnya pada perjanjian ini. Belum juga perjanjian ini berjalan sepenuhnya, tetapi sudah banyak yang pesimis. Indonesia diyakini mampu mengantisipasi semua itu. 

Dalam lanjutan kalimatnya, Trump memuji Prabowo dengan mengatakan “He’s definitely tough. I don’t wanna fight Him”. Prabowo dinilai tangguh karena Indonesia memiliki kecakapan personil militer yang trengginas di setiap penugasan dalam misi perdamaian. Ketangguhan Prabowo untuk memperkuat dan memodernisasi alutsista dalam rangka mengantisipasi konflik geo-politik. Termasuk mengatasi gerakan separatis dalam berbagai bentuknya. Ketangguhan ini dilihat pula pada kemampuan untuk tetap survive di tengah musibah alam yang menimpa. Dan yang paling utama adalah ketangguhan dalam menata ulang Indonesia untuk menyiapkan SDM yang sehat dan cerdas; membangun ekonomi Indonesia secara mandiri; menjaga stabilitas rupiah; serta meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

Kemudian Trump berkata: “You do a great job and respected by everybody…” Prabowo dinilai telah melakukan pekerjaan yang hebat dan dihormati oleh semua orang. Tugas berat yang dijalankan Prabowo adalah kegigihannya dalam mengamplifikasi agar Gaza dibebaskan dari genosida dan Palestina dimerdekakan. Rencana ingin mengirim pasukan perdamaian international sebanyak 8.000 personil dan atas komitmen serius yang ditunjukan, maka Indonesia diangkat menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) yang dikomandani oleh Perwira Tinggi AS.

Yang tidak kalah menarik lainnya adalah Trump sampai tiga kali mengucapkan “Thank you very much” kepada Presiden Prabowo Subianto. Sesuatu yang memang tampaknya agak langka dilakukan oleh seorang pimpinan Negara super power tersebut. Selaku warga Negara Indonesia tentu kita merasa bangga karena amat dihargai di negeri Paman Sam. Semoga penghargaan itu tidak menjadi lip service semata. Dan Indonesia tetap dalam komitmennya untuk mewujudkan perdamaian Gaza, Palestina dan dunia pada umumnya.

Dilansir oleh beberapa media telah diketahui bahwa terdapat 20 Trump Planning yang diagendakan dalam Board of Peace yakni menstabilkan keamanan, membangun infarstuktur perkotaan, mendinamisasikan ekonomi, memfasilitasi olah raga, mewujudkan perdamaian hingga terpilihnya pemimpin baru. Konten 20 Trump Planning disebutkan secara rinci sebagai berikut:
1.    Gaza akan menjadi zona bebas teror yang terderadikalisasi dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya.
2.    Gaza akan dibangun kembali untuk kepentingan rakyat Gaza, yang telah cukup menderita.
3.    Jika kedua belah pihak menyetujui usulan ini, perang akan segera berakhir. Pasukan Israel akan mundur ke garis yang telah disepakati untuk mempersiapkan pembebasan sandera. Selama waktu ini, semua operasi militer, termasuk pengeboman udara dan artileri, akan ditangguhkan, dan garis pertempuran akan tetap beku sampai kondisi terpenuhi untuk penarikan bertahap sepenuhnya.
4.    Dalam waktu 72 jam setelah Israel secara terbuka menerima perjanjian ini, semua sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, akan dikembalikan.
5.    Setelah semua sandera dibebaskan, Israel akan membebaskan 250 tahanan hukuman seumur hidup, ditambah 1.700 warga Gaza yang ditahan setelah 7 Oktober 2023, termasuk semua perempuan dan anak-anak yang ditahan dalam konteks tersebut. Untuk setiap sandera Israel yang jenazahnya dibebaskan, Israel akan membebaskan jenazah 15 warga Gaza yang meninggal.
6.    Setelah semua sandera dikembalikan, anggota Hamas yang berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai dan melucuti senjata mereka akan diberikan amnesti. Anggota Hamas yang ingin meninggalkan Gaza akan diberikan jalan aman ke negara penerima.
7.    Setelah kesepakatan ini diterima, bantuan penuh akan segera dikirim ke Jalur Gaza. Minimal, jumlah bantuan akan sesuai dengan apa yang tercantum dalam kesepakatan tanggal 19 Januari 2025 mengenai bantuan kemanusiaan, termasuk rehabilitasi infrastruktur (air, listrik, sanitasi), rehabilitasi rumah sakit dan toko roti, serta masuknya peralatan yang diperlukan untuk membersihkan puing-puing dan membuka jalan.
8.    Penyaluran bantuan dan distribusi ke Jalur Gaza akan berlangsung tanpa campur tangan dari kedua pihak melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badannya, serta Bulan Sabit Merah, di samping lembaga-lembaga internasional lainnya yang tidak terkait dengan salah satu pihak. Pembukaan penyeberangan Rafah di kedua arah akan tunduk pada mekanisme yang sama yang diterapkan berdasarkan perjanjian 19 Januari 2025.
9.    Gaza akan diperintah di bawah pemerintahan transisi sementara oleh komite Palestina yang teknokratis dan apolitis, yang bertanggung jawab untuk menjalankan layanan publik dan pemerintahan kota sehari-hari bagi masyarakat Gaza. Komite ini akan terdiri dari warga Palestina yang berkualifikasi dan para ahli internasional, dengan pengawasan dan supervisi oleh badan transisi internasional baru, "Dewan Perdamaian," yang akan dipimpin dan diketuai oleh Presiden Donald J Trump, dengan anggota dan kepala negara lain yang akan diumumkan kemudian, termasuk mantan Perdana Menteri Tony Blair. Badan ini akan menetapkan kerangka kerja dan menangani pendanaan untuk pembangunan kembali Gaza hingga Otoritas Palestina menyelesaikan program reformasinya, sebagaimana diuraikan dalam berbagai proposal, termasuk rencana perdamaian Presiden Trump pada tahun 2020 dan proposal Saudi-Prancis, dan dapat secara aman dan efektif mengambil alih kendali Gaza. Badan ini akan mengacu pada standar internasional terbaik untuk menciptakan pemerintahan modern dan efisien yang melayani rakyat Gaza dan kondusif untuk menarik investasi.
10.    Rencana pembangunan ekonomi Trump untuk membangun kembali dan menghidupkan kembali Gaza akan dibuat dengan mengumpulkan panel ahli yang telah membantu melahirkan beberapa kota ajaib modern yang berkembang pesat di Timur Tengah. Banyak proposal investasi yang matang dan ide-ide pembangunan yang menarik telah dirancang oleh kelompok-kelompok internasional yang beritikad baik, dan akan dipertimbangkan untuk mensintesis kerangka kerja keamanan dan tata kelola untuk menarik dan memfasilitasi investasi-investasi ini yang akan menciptakan lapangan kerja, peluang, dan harapan untuk masa depan Gaza.
11.    Zona ekonomi khusus akan didirikan, dengan tarif preferensial dan tingkat akses yang akan dinegosiasikan dengan negara-negara peserta
12.    Tidak seorang pun akan dipaksa meninggalkan Gaza, dan mereka yang ingin pergi akan bebas melakukannya dan bebas untuk kembali. Kami akan mendorong orang-orang untuk tetap tinggal dan menawarkan mereka kesempatan untuk membangun Gaza yang lebih baik.
13.    Hamas dan faksi-faksi lainnya sepakat untuk tidak memiliki peran apa pun dalam pemerintahan Gaza, baik secara langsung, tidak langsung, atau dalam bentuk apa pun. Semua infrastruktur militer, teror, dan ofensif, termasuk terowongan dan fasilitas produksi senjata, akan dihancurkan dan tidak dibangun kembali. Akan ada proses demiliterisasi Gaza di bawah pengawasan pengawas independen, yang akan mencakup penonaktifan senjata secara permanen melalui proses penonaktifan yang disepakati, dan didukung oleh program pembelian kembali dan reintegrasi yang didanai secara internasional, semuanya diverifikasi oleh pengawas independen. Gaza yang baru akan sepenuhnya berkomitmen untuk membangun ekonomi yang makmur dan hidup berdampingan secara damai dengan negara-negara tetangganya.
14.    Mitra regional akan memberikan jaminan untuk memastikan bahwa Hamas, dan faksi-faksi terkait, mematuhi kewajiban mereka dan bahwa Gaza Baru tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya atau rakyatnya
15.    Amerika Serikat akan bekerja sama dengan mitra Arab dan internasional untuk mengembangkan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) sementara yang akan segera dikerahkan di Gaza. ISF akan melatih dan memberikan dukungan kepada pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi di Gaza, dan akan berkonsultasi dengan Yordania dan Mesir yang memiliki pengalaman luas di bidang ini. Pasukan ini akan menjadi solusi keamanan internal jangka panjang. ISF akan bekerja sama dengan Israel dan Mesir untuk membantu mengamankan daerah perbatasan, bersama dengan pasukan polisi Palestina yang baru dilatih. Sangat penting untuk mencegah masuknya amunisi ke Gaza dan untuk memfasilitasi arus barang yang cepat dan aman untuk membangun kembali dan merevitalisasi Gaza. Mekanisme dekonflik akan disepakati oleh para pihak.
16.    Israel tidak akan menduduki atau mencaplok Gaza. Seiring dengan terbentuknya kendali dan stabilitas oleh Pasukan Keamanan Israel (ISF), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan menarik diri berdasarkan standar, tonggak pencapaian, dan jangka waktu yang terkait dengan demiliterisasi yang akan disepakati antara IDF, ISF, para penjamin, dan Amerika Serikat, dengan tujuan menciptakan Gaza yang aman dan tidak lagi menimbulkan ancaman bagi Israel, Mesir, atau warganya. Secara praktis, IDF akan secara bertahap menyerahkan wilayah Gaza yang didudukinya kepada ISF, sesuai dengan perjanjian yang akan mereka buat dengan otoritas transisi, hingga mereka ditarik sepenuhnya dari Gaza, kecuali untuk kehadiran pasukan keamanan di perimeter yang akan tetap ada hingga Gaza benar-benar aman dari ancaman teror yang muncul kembali.
17.    Jika Hamas menunda atau menolak proposal ini, maka hal-hal di atas, termasuk operasi bantuan yang ditingkatkan, akan dilanjutkan di wilayah bebas teror yang diserahkan dari IDF ke ISF.
18.    Sebuah proses dialog antaragama akan dibangun berdasarkan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan secara damai untuk mencoba mengubah pola pikir dan narasi warga Palestina dan Israel dengan menekankan manfaat yang dapat diperoleh dari perdamaian.
19.    Selama pembangunan kembali Gaza berlangsung dan program reformasi Otoritas Palestina (PA) dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, kondisi akhirnya mungkin akan tercipta untuk jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina, yang kami akui sebagai aspirasi rakyat Palestina.
20.    Amerika Serikat akan membangun dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati cakupan politik demi hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

Bagaimana implementasi  dari perjanjian ekonomi dan 20 Rencana Trump melalui BOP ini kita akan tunggu kelanjutannya. Wallahu a'lam bi al-shawab. (*)

Baca Juga :