
Berlin, Humas - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr.phil. Kamaruddin Amin, M.A., memaparkan praktik baik keberagamaan masyarakat Indonesia dalam
Annual Meeting International Partnership on Religion and Sustainable Development (PaRD) yang digelar di Berlin, Jerman, Selasa (24/2/2026).
Dalam forum internasional tersebut, Prof. Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa agama memiliki peran yang sangat signifikan dalam menjaga harmoni kehidupan antarumat beragama di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi umat, serta penanganan isu perubahan iklim (
climate change).
Menurutnya, keharmonisan umat beragama di Indonesia tidak terlepas dari berbagai program strategis Kementerian Agama, seperti Moderasi Beragama (MB) dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
“Keharmonisan umat beragama dapat terwujud melalui program-program Kemenag RI seperti Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta. Dengan dua program ini, bangsa Indonesia dari berbagai agama semakin sadar untuk saling menghormati, menghargai persamaan dan perbedaan, serta meningkatkan kerja sama dalam menyelesaikan persoalan sosial,” paparnya.
Selain harmoni sosial, Sekjen Kemenag juga menegaskan bahwa instrumen-instrumen keagamaan seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Bahasa agama, lanjutnya, terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan merespons tantangan perubahan iklim.
“Bahasa agama sangat efektif untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengatasi problem kealaman, termasuk perubahan iklim,” tambahnya.
Turut mendampingi Sekjen Kemenag dalam forum tersebut, Staf Khusus Menteri Agama Dr. Farid Saenong, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., serta Kasubag Dit. PTKI Ajang Pradita.
Menanggapi partisipasi tersebut, Rektor IAIN Kendari menyampaikan apresiasi atas peran aktif Kementerian Agama RI dalam mengarusutamakan nilai-nilai moderasi beragama di forum internasional. Menurutnya, paparan Sekjen Kemenag menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki model keberagamaan yang inklusif, toleran, dan relevan dalam menjawab tantangan global.
“Partisipasi Sekjen Kemenag dalam forum PaRD di Berlin menunjukkan bahwa praktik keberagamaan Indonesia, khususnya melalui penguatan moderasi beragama dan pendidikan berbasis nilai cinta, telah mendapat pengakuan dunia. Ini menjadi motivasi bagi perguruan tinggi keagamaan Islam, termasuk IAIN Kendari, untuk terus memperkuat peran akademik dan pengabdian dalam membangun harmoni sosial, pemberdayaan ekonomi umat, serta kepedulian terhadap isu lingkungan,” ujarnya.
Rektor menambahkan, IAIN Kendari berkomitmen mendukung kebijakan strategis Kementerian Agama, terutama dalam penguatan moderasi beragama di lingkungan kampus dan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata PTKI dalam pembangunan berkelanjutan. (nov)
Sumber: Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI