Riset POSTCHE-EHRF UIN Kendari Raih Capaian Positif, Direkomendasikan Lanjut Sesuai Rencana

Hayani 23-09-2026 (16:53:10) Berita 103 times
Kendari, Humas - Riset Restorasi Post-Complex Humanitarian Emergency Gunung Bulu Bawakaraeng Berbasis Ekoteologi yang didanai melalui Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama, MoRA The AIR Funds (LPDP), menunjukkan kemajuan signifikan dalam monitoring dan evaluasi (monev). Berdasarkan hasil verifikasi, seluruh tujuh luaran yang ditargetkan menunjukkan kemajuan terukur dan riset direkomendasikan untuk Lanjut Sesuai Rencana (Continue).

Monev yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari tersebut dilaksanakan secara hibrid. Sesi daring berlangsung pada Senin (7/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan sesi luring pada Selasa (15/9/2026) bertempat di Ocean Café Samata, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Riset ini dipimpin oleh Dr. Andi Yaqub, M.H.I., dengan tim periset Dr. Syawaluddin Hanafi, M.H. dari IAIN Bone, Eka Sufartianinsih Jafar, M.Psi., Psikolog dari UNM, serta Fardi Ali Syahdar, S.S., C.NLP dari UNHAS.

Kegiatan monev dilaksanakan oleh Prof. Dr. Hafsan, S.Si., M.Pd. dari UIN Alauddin Makassar sebagai reviewer yang ditetapkan oleh pengelola program.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan buku masing-masing mencapai tingkat verifikasi tertinggi. HKI telah resmi tercatat melalui Surat Pencatatan Ciptaan

Sementara itu, draf buku Ecotheological Humanitarian Restoration Framework (EHRF) dinilai komprehensif. Draf artikel ilmiah yang mengembangkan kerangka EHRF juga telah mencapai 90 persen penyelesaian dan dijadwalkan disubmisikan ke jurnal terindeks Scopus.

Adapun luaran policy brief, infografis, model tata kelola, dan laporan implementasi masing-masing berada pada tingkat verifikasi 80–90 persen. Capaian luaran bahkan melampaui target dengan adanya dua tambahan luaran berupa maket dan sketsa.

Dalam hasil evaluasi, reviewer menyimpulkan bahwa kerangka EHRF telah terbentuk dan mulai divalidasi melalui keterlibatan komunitas. Proses validasi tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan di Benteng Somba Opu Gowa, Auditorium FEBI UIN Alauddin Makassar, dan Auditorium PNUP Makassar.

Berdasarkan keseluruhan capaian dan bukti yang tersedia, riset dinyatakan telah berjalan sesuai arah dan tahapan yang direncanakan. Atas hasil tersebut, riset direkomendasikan untuk Lanjut Sesuai Rencana (Continue). (hyn)

 

Foto Publikasi

  • Hayani 23-09-2026 (09:50:23)
  • Hayani 23-09-2026 (09:50:47)
  • Hayani 23-09-2026 (09:51:24)
  • Hayani 23-09-2026 (09:51:43)