
Kendari, Humas - Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan seleksi ujian masuk penerimaan mahasiswa baru Program Doktor (S3) Studi Islam, di Laboratorium Komputer, Jumat (27/2/2026).
Wakil Rektor III IAIN Kendari, Dr. Sitti Fauziah M, M.Pd hadir membuka secara resmi pelaksanaan ujian, didampingi oleh Direktur Pascasarjana Dr. La Hadisi, S.Ag., M.Pd.I beserta seluruh jajaran pimpinan lingkup Pascasarjana.
Dalam sambutannya, Warek III menyampaikan dalam pelaksanaan seleksi program doktoral bukan hanya sekadar menjaring, tetapi ada kesiapan mental yang mesti disiapkan, mulai dari kedalaman rencana riset hingga konsistensi berpikir.
"Dalam seleksi ini tentunya menjunjung tinggi objektivitas dan integritas. Saya harap kepada panitia Pascasarjana mari mendampingi dan mengawal seleksi ini agar peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya," ungkapnya.
Warek III juga mengapresiasi antusias pendaftar program studi islam. Hal ini menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap program doktoral ini. Ia juga berpesan agar mahasiswa doktoral angkatan pertama program studi islam dapat selesai dengan tepat waktu.
"Harapan kami bapak-ibu bisa selesai dalam waktu 2 tahun 6 bulan, untuk strateginya insyaallah semua akan ikut mengawal," katanya.
Sementara itu Direktur Pascasarjana mengungkapkan ada 14 peserta yang mengikuti proses seleksi ini. Ia mengatakan jumlah tersebut merupakan angka luar biasa untuk program studi doktoral studi islam yang baru dibuka.
"Alahmdulillah, jumlah ini merupakan angka lebih dari rencana kita sebelumnya yang awalnya hanya menargetkan 10 sampai 12 orang. Hal ini juga bukti bahwa program doktoral studi islam dibutuhkan masyarakat," katanya.
Dalam tahapannya lanjut Direktur Pascasarjana bahwa tes seleksi program doktoral Pascasarjana terdiri dari dua tahap. Pertama, yaitu tes tertulis berbasis Computer Based Test (CBT) Sementara kedua adalah tes wawancara kedalaman
"Dalam tes wawancara ini meliputi motivasi dan komitmen studi, kesiapan akademik dan riset rancangan disertasi serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Kedua tahapan itu wajib diikuti oleh semua peserta," tuturnya.
Direktur Pascasarjana juga menuturkan bahwa Pendaftaran mahasiswa baru Program Doktor (S3) Studi Islam akan dibuka kembali pada Maret 2026. "Saya harap jumlah peserta kedepan akan lebih banyak dibanding bulan Februari ini," pungkasnya. (ibnu)
Fotografer: Fuadul Aufa