Mahasiswa FEBI dilatih Wirausaha Berbasis Maritim

Lily Ulfia, SE 26-05-2017 (14:15:09) Berita 934 times
Kendari, Humas IAIN Kendari - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Kendari memberi pelatihan kewirausahaan berbasis maritime kepada ratusan mahasiswa di Aula Perpustakaaan IAIN Kendari, Kamis (25/5/2017). Pelatihan ini diprakarsai oleh Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah dibawah bimbingan Wakil Dekan III, Ahmadi.
Untuk mendapatkan wawasan yang komprehensif terkait kewirausahaan, tak tanggung-tanggung panitia menghadirkan menghadirkan pemateri yang merupakan praktisi bisnis hasil laut antara lain Muhammad Najikh CEO PT. Kelola Mina Laut Grup dan Djuwariyah,  Manager Ekspor Impor PT. Sultra Tuna.

Rektor IAIN Kendari, Nur Alim, dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya IAIN Kendari mempersiapkan calon enterpreuner muda dengan mengambil pengalaman serta ilmu dari pemateri yang telah diakui sebagai praktisi sukses di bidang wirausaha produk maritim.
“Tema yang diangkat ini sesuai dengan keadaan geografis Sulawesi Tenggara, karena potensi maritim didaerah ini masih bisa dikembangkan dan perlu diperhatikan. Saya mengapresiasi mahasiswa FEBI yang telah memprakarsai kegiatan ini, mudah-mudahan menjadi contoh bagi mahasiswa lain dalam membangun jiwa kemandirian, semangat, kerjasama, inovasi dan kreativitas yang sangat dibutuhkan di masa yang akan datang”
Rektor juga menyinggung pentingnya mahasiswa FEBI menerapkan karakter sebagai wirausahawan muslim yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tidak melupakan kewajiban seperti shalat, puasa dan membayar zakat, sehingga ini akan menjadi pembeda dengan wirausaha lainnya. Selain membuka acara, Rektor sekaligus membawakan materi bertajuk Membentuk Generasi Kewirausahaan Berbasis Maritim.  

Sementara itu, Dekan FEBI, Beti Mulu menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan rutin untuk mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, dimana pelatihan ini diharapkan mencetak calon pengusaha muda di bidang maritim. Hal ini juga sejalan dengan Motto Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu  Pencipta Kelas Menengah Baru Indonesia. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mahasiswa dapat menimba pengalaman dari para praktisi yang telah menjalani jatuh bangunnya dunia bisnis sehingga menjadi inspirasi bagi mahasiswa kelak setelah menekuni dunia usaha” katanya.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa memperoleh materi Strategi Pengembangan Wirausaha Berbasis Maritim dari Muhammad Najikh. Pengusaha Ekspor Impor makanan laut yang membawahi 18 ribu karyawan tersebut merupakan membina UKM dan Nelayan dan 17 anak perusahaan termasuk di Sulawesi Tenggara. Najikh memberi motivasi kepada mahasiswa dengan berbagi kisah hidupnya sebagai anak yang terlahir dari keluarga tidak mampu. Bisnis yang tadinya hanya diawali dari jualan ikan teri nasi dan sekarang  telah menjadi perusahaan makanan terpadu di Indonesia yang paling kompetitif serta menguasai pasar ekspor internasional.
“Bagi saya menjaga mutu dan kualitas adalah teknik untuk mempertahankan eksistensi perusahaan, selain itu inovasi dan kreativitas diperlukan agar dapat bersaing dengan produk lainnya” jelasnya.

Bisnis disektor maritim, menurut Najikh harus di kelola agar dapat membawa produk kelas desa menjadi kelas metropolis dan kualitas bintang. Inilah yang akan menjadikan para pelaku bisnis Maritim berhasil dan sukses karena telah memberi nilai tambah dari hasil produksi kekayaan maritim Indonesia yang sangat berlimpah. Karena potensi itu, kesempatan menjadi wirausahawan di Indonesia lebih mudah dan terbuka dibandingkan Negara lain.
“Wirausaha itu harus dipaksa, karena wirausaha itu jarang sekali menjadi cita-cita, wirausaha itu tidak mengenal tingkat pendidikan tetapi tingkat keberanian mengambil resiko. Belajar berwirausaha harus dimulai dari diri sendiri dari hal sekecil mungkin dan belajar bergaul dengan orang yang sukses berwirausaha, mudah-mudahan jumlah entrepreneur di Indonesia tumbuh subur terutama dari kalangan pribumi” katanya.

Djuwariah, pemateri berikutnya juga membagi pengalaman yang menginspirasi mahasiswa. Djuwariyah memaparkan sistem jaringan pemasaran wirausaha kelautan yang mengulas tentang tata cara pemasaran PT. Sultra Tuna sehingga mampu menembus pasar international. Tidak sedikit produk yang mereka ekspor keluar negeri dan terus berlanjut hingga saat ini.
Mahasiswa sangat antusias dengan pelatihan ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan pada sesi diskusi. Bagi mahasiswa pelatihan ini bermanfaat akan diaplikasikan ketika mereka akan memulai seorang enterpreuner. (rn/liv)

Related Post