Ma'had Al-Jami'ah Gelar Orientasi Bagi Mahasantri Baru

Lily Ulfia, SE 23-03-2019 (12:39:44) Berita 303 times
Kendari, Humas - Ma’had Al Jami’ah IAIN Kendari kembali melaksanakan orientasi mahasantri melalui kegiatan Ma’rifatul Ma’had yang digelar di Auditorium IAIN Kendari selama dua hari, 23 – 24 Maret 2019. Ma’rifatul Ma’had Al adalah kegiatan rutin yang dilakukan pada tahun ajaran baru yang diikuti oleh seluruh Mahasantri baru Al-Jami’ah IAIN Kendari

Ketua Panitia, Ahmad Baharuddin mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi diversitas calon mahasantri mulai dari orientasi pendidikan, asal daerah, etnis dan budaya yang berbeda. Atas perbedaan itu, mereka perlu mengenal dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dan berbagai aturan yang berlaku di Ma’had Al Jami’ah. 

“Mahasantri kami bekali dengan pengetahuan dasar tentang peraturan Ma’had yang harus diikuti, kurikulum pembinaan di Ma’had”, jelas Ahmad. 

Senada dengan itu, Kepala UPT Ma'had Al Jami’ah, H.M. Hasdin Has menambahkan, para mahasantri baru akan menjalani pembinaan kurikulum Ma'had selama tiga semester. Adapun kurikulum tersebut adalah Ta'lim Afkar berupa pengajian berbagai kitab tafsir, hadist, fiqh, dan tasawuf. Ta'lim Lughah berupa pembinaan kemamouan bahasa Arab dan Inggris serta Ta'lim Al-Qur'an berupa bimbingan Tahsinul Qira'ah dan Tahfidz. 

“Kurikulum ini kemudian ditunjang lagi dengan berbagai program kerja yang berorientasi padi pengembangan soft skill. Misalnya, Pelatihan Tilawah, Muballigah, Tarqiyah As-Stakhsiyah, dan pelatihan life skill untuk membangun jiwa enterpreunership mahasantri”, tambahnya. 

Sementara itu, Plt Rektor IAIN Kendari, Dr. H. Nur Alim, M.Pd dalam sambutannya berharap agar mahasantri dapat menjadi ikon mahasiswa IAIN Kendari di mata masyarakat. Untuk menyandang status mahasantri perlu melalui proses yang selektif, mulai dari seleksi masuk kampus, seleksi penerima beasiswa bidikmisi yang akhirnya kemudian mendapat pembinaan khusus di pesantren kampus. 

Menurut Rektor, untuk dapat menjadi ikon mahasiswa, para mahasantri paling tidak harus memiliki tiga keunggulan jika dibandingkan mahasiswa lainnya, yakni keunggulan spiritual melalui pelaksanaan ibadah baik yang sunnah apalagi yang fardhu. Kedua keunggulan akademik, melalui berbagai program bimbingan rutin dan pelatihan yang berorientasi pada pengembangan akademik oleh para pengasuh dan musyrifah mahad. Ketiga, keunggulan bahasa melalui pembinaan bahasa Arab dan Inggris yang terporgram dan tersistematis, paling tidak mahasantri fasih dan mampu berkomunikasi aktif menggunakan salah satu bahasa asing tersebut.

“Melalui ketiga kompetensi inilah, para mahasantri dapat menjadi bintang ikon kampus karena mahasantri adalah cerminan mahasiswa IAIN Kendari yang anggun dalam moral, unggul dalam ilmu, dan gemilang dalam karya”, pungkasnya. 

Kegiatan Ma’rifatul Ma’had dihadiri oleh Wakil Rektor III selaku penanggung jawab dan seluruh pengasuh, musyrifah serta mudabbirah selaku pengelola Ma’had Al Jami’ah. Mereka ikut diperkenalkan kepada 109 mahasantri baru yang merupakan mahasiswi penerima bidikmisi angkatan tahun 2018 dan akan menjadi penghuni ma’had selama dua tahun ke depan.(liv)

Related Post