Kendari, Humas - Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didorong untuk menjadi generasi yang kritis, adaptif, kreatif, dan kompetitif dalam menghadapi perkembangan teknologi serta berbagai tantangan di era Revolusi Industri 4.0.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., saat memberikan materi dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Kendari, Selasa (18/8/2026).
Dalam materinya bertajuk Peluang dan Tantangan Mahasiswa PTKI di Era Revolusi Industri 4.0 dan Ikhtiar Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, Ruchman menekankan bahwa mahasiswa PTKI perlu mempersiapkan diri dengan berbagai kompetensi agar mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Menurut Ruchman, mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis, kreativitas dan inovasi, kemampuan beradaptasi, serta komunikasi yang efektif. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi kompleksitas dunia modern.
Selain kompetensi inti, mahasiswa juga perlu memiliki kepekaan sosial dan empati, kemandirian dan inisiatif, kemampuan berkolaborasi serta bekerja sama, dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa harus mampu menguasai teknologi, media sosial, dan mampu memanfaatkan sumber belajar secara efektif untuk kemajuan personal dan profesional,” ujarnya.
Ruchman juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam mengembangkan diri. Mahasiswa didorong untuk belajar agama dengan benar melalui sumber yang otoritatif dan metode yang tepat, sekaligus memiliki kecerdasan dalam menyikapi berbagai informasi dan perkembangan di ruang publik.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa menjaga diri dari berbagai narasi dan ideologi yang dapat memicu intoleransi dan radikalisme. Dalam konteks tersebut, mahasiswa PTKI diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan moderasi beragama.
“Menjadi aktivis mahasiswa berarti belajar mengabdi, membangun jejaring dan mendiseminasikan moderasi beragama,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ruchman juga mengajak mahasiswa untuk memiliki mentalitas sebagai pribadi yang terbuka dan kompetitif. Menurutnya, mahasiswa perlu berani menghadapi persoalan dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Hidup memang bermasalah. Kebanyakan masalah memang masalah. Tidak punya masalah juga masalah. Segera pecahkan masalah,” pesannya.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan memecahkan masalah merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa. Karena itu, mahasiswa perlu membangun pola pikir yang tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, tetapi mampu mencari solusi secara rasional, kreatif, dan bertanggung jawab.
Ruchman juga memaparkan sejumlah arah kebijakan pengembangan pendidikan keagamaan, antara lain perluasan akses, peningkatan mutu dan daya saing, serta penguatan manajemen dan tata kelola. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PTKI.
Melalui pembekalan dalam PBAK ini, mahasiswa baru UIN Kendari diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kompetensi akademik maupun nonakademik. Mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki kepedulian terhadap masyarakat, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Fotografer: Muhammad Syuhri