Rumah Jurnal IAIN Kendari Inisiasi Pendirian Relawan Jurnal Indonesia Sulawesi Tenggara”

Lily Ulfia, SE 12-08-2018 (11:58:53) Berita 190 times
 
 
Kendari, Humas - Rumah Jurnal IAIN Kendari menginisasi berdirinya Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Koordinator Daerah (KORDA) Sulawesi Tenggara. Pengurus RJI Korda Sultra dikukuhkan oleh Sekretaris RJI, Busro, M.Ag di Same Hotel Kendari, Minggu (12/8/18). Dr. Asliah Zainal, Sekretaris Rumah Jurnal IAIN Kendari didaulat menjadi ketua komunitas akademisi tersebut.
 
Usai melantik, Busro mengatakan, terbentuknya komunitas ini diharapkan menjadi simpul bagi perkembangan jurnal ilmiah di Sulawesi Tenggara.
 
“Wadah ini menjadi media untuk belajar bersama, berbagi bersama soal pengelolaan jurnal. Ke depan kita harapkan bisa menjadi inisiator penyelenggaraan peningkatan kapasitas pengelola jurnal melalui kegiatan workshop ataupun pendampingan OJS”, jelasnya.
 
Selain melantik, Busro juga sekaligus menjadi pemateri dalam workshop Pengelolaan Open Jurnal System (OJS) yang digelar di tempat yang sama.
 
Dr. Asliah Zainal menjelaskan, workshop ini sebagai langkah awal peningkatan kapasitas pengelola Jurnal di Sultra. Kegiatan itu diikuti oleh 45 orang pengelola jurnal dari berbagai kabupaten/kota diantaranya kabupaten Muna, Buton, Kolaka dan kota Kendari.
 
“Kita berbagi wawasan mulai dari standar akreditasi jurnal ilmiah, setup OJS, sirkulasi OJS, hingga tips bagaimana menjaring artikel dan reviewer dengan cepat dan mudah. Kegiatan ini akan rutin kita laksanakan, untuk pertemuan selanjutnya Universitas Haluoleo akan menjadi tuan rumah”, jelas Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Kendari ini.
 
Pengurus Rumah Jurnal Indonesia Korda Sultra juga ditargetkan akan menjadi vocal point bagi pertumbuhan dan perkembangan jurnal minimal di lembaga dan wilayah masing-masing.
 
Sementara itu, Rektor IAIN Kendari Dr. H. Nur Alim mengatakan, kehadiran komunitas Relawan Jurnal Indonesia di Sultra akan mendorong publikasi ilmiah para akademisi se Sulawesi Tenggara. Menurutnya, selama ini yang menjadi masalah bagi kita adalah lebih dominannya budaya oral dibandingkan budaya tulis, keterbatasan akses publikasi dan kurangnya motivasi serta kompetensi menulis karya ilmiah.
 
“Kehadiran komunitas ini diharapkan akan membuka akses yang lebih luas bagi para akademisi untuk mempublikasikan hasil-hasil risetnya. Ini sangat penting dan strategis sebab publikasi ilmiah adalah legalitas akademik untuk melihat keilmuan para dosen”, tambahnya.
 
IAIN Kendari sendiri telah membentuk Rumah Jurnal sejak tahun 2017 silam. Sejak terbentuk, sitasi terhadap karya ilmiah para dosen IAIN Kendari mengalami peningkatan dan berdampak positif terhadap reputasi dosen di kampus ini sekaligus berkontribusi meningkatkan peringkat webometrik. (az/liv).
 
 
 
 
 

Related Post