Jadi Lulusan Terbaik IAIN Kendari, Indri Ananda Hasanah Bagikan Kisah dan Tips Raih Prestasi

Novi Rahmilia 29-10-2025 (19:19:42) Berita 354 times
Kendari, Humas - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar wisuda ke-XIV program sarjana dan magister yang diikuti oleh 1.206 wisudawan. Indri Ananda Hasanah mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan menjadi lulusan terbaik pada prosesi wisuda kali ini. 

Indri Ananda Hasanah meraih Index Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dengan masa studi 3 tahun 2 bulan. Raihan prestasi yang didapatkan Indri bukanlah sebuah kebetulan, proses panjanglah yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang tekun belajar dan mandiri. 

Anak dari Bapak Mustafa Hakim dan Ernida Hamid ini bercerita bahwa sejak awal berkuliah dirinya telah membuat planning goals. Ia telah menyusun rencana sejak semester 1 sampai semester 7 menargetkan untuk wisuda. 

Indri melanjutkan, ia selalu menekankan dalam dirinya untuk mengasah keterampilan diluar perkuliah dengan berorganisasi. Ia beranggapan bahwa organisasi banyak memberikan pengaruh pada karakter dan keterampilannya. 

"Saya bukan mahasiswa kuliah pulang. Beberapa organisasi saya ikuti untuk mengasah keterampilan yang saya miliki," katanya. 

Indri mahasiswa angkatan 2022 ini juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Hal tersebut bukan tanpa sebab, pasalnya dirinya telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di luar negeri. 

"Pengabdian kepada masyarakat saya telah lakukan dengan mengikuti Mobility Program di IAIN Kendari yang dilakukan di Malaysia, Singapore, Thailand dan Australia. Hasil dari pengabdian itulah yang di integrasikan menjadi nilai KKN saya," ujarnya. 

Indri mengungkapkan selama berkuliah berbagai prestasi telah ia dapatkan, seperti juara 1 duta Genre tahun 2023 termasuk duta kampus di IAIN Kendari, juara 2 dakwah Ekonomi Syariah kawasan Timur Indonesia dan sederet prestasi lainnya. 

Kader UKM-Bahasa IAIN Kendari ini juga menyampaikan bahwa dalam proses belajar ia lebih dulu mengenali diri dan cara belajarnya. Sebab ada beberapa cara belajar yang mesti sesuai dengan kemampuan diri seperti auditorik, visual, kinestetik. 

"Kalau saya auditorik makanya saya harus kenali dulu cara belajarku seperti apa lalu itu yang saya ulangi setiap hari. Contohnya ditengah kesibukan yang padat atau bahkan ditengah perjalanan saya selalu mendengarkan kembali materi dari dosen menggunakan headset. Setelah itu saya selalu mengulangi materi yang telah saya dengarkan itu," tuturnya. 

"Apalagi saat ini saya tidak hanya kuliah di IAIN Kendari tetapi juga berkuliah di Mexico. Hal ini juga yang membentuk saya untuk selalu banyak mendengar agar mudah memahami pembelajaran," lanjutnya. 

Indri juga berterimakasih kepada dosen IAIN Kendari yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan dan membukakan ruang pengalaman yang luas. 

"Terimakasih dosen dan pimpinan IAIN Kendari banyak hal-hal baik banyak ilmu dan teladan yang telah saya dapatkan dari kampus. Semoga kedepan semua kebaikan ini terus terjaga," pungaksnya. (Ibnu)