IAIN Kendari Tingkatkan Digitalisasi Layanan Akademik Dosen dan Mahasiswa

Novi Rahmilia 27-02-2024 (09:09:58) Berita 124 times
Kendari, Humas - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar rapat dalam rangka meningkatkan layanan akademik berbasis digitalisasi di ruang rapat Rektorat, Senin (26/2/2024). 

Rapat tersebut dihadiri Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag, pejabat struktural dan fungsional IAIN Kendari serta tim pengembang aplikasi SEVIMA. Dalam kesempatan tersebut Rektor IAIN Kendari menyambut baik program digitalisasi layanan akademik SEVIMA. 

Rektor menyebut program digitalisasi IAIN yang ditetapkan dalam Renstra IAIN Kendari selaras dengan tujuh program prioritas utama yang dicanangkan Kementerian Agama. 

"Digitalisasi layanan akademik akan mempermudah aktivitas kita semua utamanya dosen dan mahasiswa. SEVIMA ini menjawab apa yang menjadi kebutuhan perguruan tinggi," katanya. 

Rektor melanjutkan aplikasi yang telah dimiliki IAIN Kendari akan tetap difungsikan begitupun sistem informasi akademik yang ada di SEVIMA. 

"Namun perlu adanya integrasi data. Apa yang ada dala SEVIMA dan kita miliki itu yang diintegrasikan. Tentunya hal ini juga untuk menciptakan layanan akademik berkualitas yang didukung sistem keamanan yang baik dan memperkuat branding dan reputasi IAIN Kendari," lanjut Rektor. 

Ditempat yang sama Tim Pengembang Aplikasi SEVIMA, Dicky Pradana Adi Putra, S.Kom menyampaikan, SEVIMA mengembangkan aplikasi yang berkelanjutan seperti siAkadCloud dan Gofeeder. 

Sejak 2017 terciptanya, SEVIMA siAkadCloud sudah memfasilitasi 700 perguruan tinggi dan 2,5 juta dosen mahasiswa yang merasakan manfaat. Setiap bulan aplikasi SEVIMA juga diperbarui (update) untuk memenuhi kebutuhan terbaru dari kampus.

“SEVIMA memiliki aplikasi berlangganan tiap bulan maupun yang gratis bisa didownload dan diinstall di server sendiri. Aplikasi tersebut secara rutin diupdate. Komunitas SEVIMA yang tersebar di seluruh Indonesia juga saling menyumbang saran, masukan, serta solusi atas fitur baru selanjutnya,” ungkap Dicky.

Dicky menambahkan, kampus perlu memiliki blueprint pengembangan. Misalnya tentang data, setelah data dikumpulkan lengkap (100 persen), maka berikutnya data juga harus dipastikan valid. Karena data yang valid akan membuat kampus memperoleh akreditasi yang terbaik.


Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Lily Ulfia