IAIN Kendari Persiapkan Diri Sebagai Kampus Destinasi Akademik Internasional

Lily Ulfia, SE 27-08-2018 (14:20:11) Berita 509 times
Kendari, Humas – Institut Agama Islam Negeri Kendari semakin fokus menyiapkan diri sebagai kampus destinasi akademik masyarakat internasional. Persiapan tersebut dilakukan melalui program peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia termasuk yang berkaitan dengan pendampingan kemampuan komunikasi bahasa Indonesia bagi mahasiswa dan dosen asing.

Kepala UPT Pengembangan Bahasa IAIN Kendari mengungkap pentingnya pendampingan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) dalam rangka memperlancar komunikasi antar sivitas akademika dan demi tercapainya mutu akademik yang diharapkan. Pendampingan ini harus dilakukan secara professional agar sasaran akademik dapat tercapai.

“Sudah dua tahun terakhir ini IAIN Kendari menerima mahasiswa asing, mereka mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi baik untuk keperluan interaksi akademik maupun hubungan sosial lainnya sehingga kami perlu melakukan Pelatihan Pengajar BIPA sebagai solusi”, kata Fahmi.

UPT Bahasa menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama tiga hari, 24 – 26 Agustus 2018 di aula pascasarjana. Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Bidang Kerjasama Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA, Dr. Ari Kusmiatun sebagai pemateri.

Ketua panitia pelaksana, Syamsudin mengatakan, peserta pelatihan pengajar BIPA diharapkan akan menjadi pionir pelaksana orientasi berbahasa Indonesia untuk mahasiswa asing yang akan melanjutkan studi di IAIN Kendari. Para peserta kegiatan tersebut merupakan dosen bahasa asing di IAIN Kendari, sejumlah dosen pada Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), serta perwakilan dari Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara.

“Melalui kegiatan ini kami harapkan akan terbentuk komunitas BIPA yang kemudian melakukan komunikasi dan konsolidasi untuk membentuk Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Provinsi Sulawesi Tenggara”, lanjutnya.

Menurut Syamsudin, selain menjadi tenaga pengajar BIPA, para peserta juga menjadi media shoft diplomasi dalam memperkenalkan budaya bangsa

“Jika orang Indonesia ke luar negeri paling tidak harus mengetahui bahasa Inggris atau bahasa Arab maka tentu saja orang asing kalau masuk di Indonesia  tentunya mereka harus pula dapat berbahasa Indonesia”, imbuhnya.

Sebelumnya, Rektor IAIN Kendari, Nur Alim dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini terlebih saat ini kampus biru sedang mempersiapkan kehadiran Dosen tamu dari Amerika yang akan mengajar selama Sembilan bulan di IAIN Kendari, mulai September mendatang.

Selain itu, berdasarkan informasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI bahwa sebanyak  5.000 mahasiswa asing bersiap mengenyam pendidikan di Indonesia dan akan didistribusikan ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, termasuk IAIN Kendari.

“Oleh karena itu, patutlah kita memberikan apresiasi kepada UPT Pengembangan Bahasa yang merespon rencana tersebut tersebut melalui kegiatan BIPA ini”, pungkasnya.

Kehadiran dosen dan mahasiswa asing di IAIN Kendari merupakan bagian dari perwujudan visi menjadi pusat pengembangan kajian islam transdisipliner di kawasan Asia. Tahun ini, IAIN kembali Kendari menyiapkan kuota penerimaan mahasiswa asing yang akan disebar pada empat Fakultas. (sms/liv) 
 

Related Post