
Kendari, Humas
- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag, secara resmi mengukuhkan Prof. Dr. K.H. Moh. Yahya Obaid, M.Ag sebagai Guru Besar ke-15 IAIN Kendari dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Ballroom Gedung Multimedia, Senin (19/1/2026).
Rektor dalam sambutannya menyampaikan bahwa jabatan Guru Besar merupakan capaian akademik tertinggi yang diperoleh melalui proses panjang, tidak instan, serta menuntut ketekunan, konsistensi, kedisiplinan, dan pengabdian berkelanjutan dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Menurut Prof. Husain, pengukuhan Guru Besar tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga momentum institusional yang strategis dalam memperkuat budaya riset, pengembangan keilmuan, dan kontribusi akademik yang mencerahkan bagi masyarakat.
“Guru Besar harus menjadi obor yang menerangi, penunjuk arah pengembangan ilmu pengetahuan, serta payung yang mengayomi sivitas akademika,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mendorong para dosen dan akademisi IAIN Kendari yang telah memenuhi persyaratan akademik dan angka kredit agar segera mengajukan proses pengusulan Guru Besar. Ia menegaskan bahwa institusi terus memberikan fasilitasi dan pendampingan pada setiap tahapan pengusulan.
“Kami masih menunggu Guru Besar berikutnya. IAIN Kendari berkomitmen memfasilitasi dan memediasi seluruh proses agar semakin banyak akademisi mencapai puncak karier akademiknya,” tambahnya.
Sementara itu, dalam orasi ilmiah pengukuhannya, Prof. Dr. K.H. Moh. Yahya Obaid, M.Ag yang dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam memaparkan gagasan tentang rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam menuju integrasi ilmu dan teknologi digital.
Ia menekankan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual, sekaligus harus adaptif terhadap perkembangan teknologi untuk mencetak generasi unggul yang kreatif dan aplikatif.
“Integrasi teknologi dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam bukan untuk menghilangkan nilai, tetapi justru memperkuat internalisasi nilai-nilai keislaman dalam konteks kekinian,” jelasnya.
Dengan pengukuhan Prof. Dr. K.H. Moh. Yahya Obaid, M.Ag, jumlah Guru Besar di IAIN Kendari kini bertambah menjadi 15 orang. Sebelumnya, jabatan Guru Besar telah diraih oleh Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., Prof. Dr. Zulkifli Musthan, M.Si., M.Pd., Prof. Dr. Ahmad Sultra Rustan, M.Si., Prof. Dr. Batmang, S.Ag., M.Pd., Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., Prof. Dr. Hadi Machmud, M.Pd., Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd., Prof. Dr. Kamaruddin, S.Ag., S.H., M.H., Prof. Dr. Sitti Kuraedah, M.Ag., Prof. Dr. Nurdin, M.Pd., Prof. Dr. Pairin, M.A., Prof. Dr. Herman, M.Pd.I., dan Prof. Dr. Fahmi Gunawan, M.Hum. (ibnu/nov)
Fotografer: Muhammad Yudah