IAIN Kendari Jalin Kerjasama Dengan Necemettin Erbakan Universitesy Turki

Super User 31-12-2015 (15:26:29) Berita 781 times

Screenshot 2015-12-31-15-23-57-1Kendari (Humas) – Institiut Agama Islam Kendari menjalin kerjasama dengan Necmettin Erbakan Universitesy. Hal itu ditandai dengan penandatangan Letter of Intent (LOI) oleh Rektor IAIN Kendari Dr. H. Nur Alim, M.Pd dan Vice Rektor For International Cooperation Necmettin Erbakan Universitesy Prof. Dr. Onder Kutlu di Auditorium IAIN Kendari, Rabu (30/12/15).

Ruang Lingkup Kerjasama ini antara lain riset bersama, pertukaran informasi publikasi penelitian, pertukaran mahasiswa baik untuk keperluan riset maupun pembelajaran serta mengisi materi pada kegiatan akademik seperti kuliah umum, seminar dan lain-lain.

Rektor IAIN Kendari, Dr. H. Nur Alim mengatakan, penandatanganan LOI tersebut merupakan agenda lanjutan setelah kunjungannya ke Turki pada awal Desember lalu. "Kerjasama ini menjadi bagian dari upaya IAIN Kendari dalam meningkatkan kualitas terutama bagi dosen melalui riset bersama, sharing pengalaman dan sharing keilmuan" kata Rektor. Sementara itu, Prof. Kutlu juga menyampaikan apresiasinya yang besar terhadap upaya IAIN Kendari dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. "Kami siap bekerjasama baik melalui program sitting class, tim teaching maupun menjadi reviewer hasil-hasil riset dosen dan mahasiswa IAIN Kendari" kata Guru besar bidang kebijakan publik yang menjadi reviewer jurnal international ini.

Usai penandatanganan LOI, Prof. Kutlu juga menjadi pembicara pada Seminar International pascasarjana IAIN Kendari dengan tema pengembangan studi Islam di Turki dan di Indonesia dengan masyarakat multikultural. Ia mengelaborasi kontribusi lembaga pendidikan tinggi di turki dalam mengembangkan studi Islam di negara yang menganut sistem sekuler tersebut. Reformasi pendidikan di negaranya dimulai sejak 10 tahun terakhir antara lain dengan memasukkan studi pendidikan Islam dalam kurikulum pembelajaran, bahkan Necmettin Erbakan membuka Faculty of Ilahiyyah yang khusus mempelajari tentang studi Islam.

"Meskipun di negara kami menganut sistem sekuler akan tetapi masyarakat turki sesungguhnya masyarakat yang agamis dan taat beribadah, para wanita juga sudah banyak yang menggunakan hijab dan melaksanakan ibadah lainnya tanpa gangguan apapun" paparnya. Selain itu, pemerintah turki juga membebaskan biaya pendidikan bagi anak hingga usia 12 tahun.

Pembicara lainnya dalam seminar ini adalah Wakil Rektor Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Fadhilah Suralaga yang membahas tentang pentingnya membangun pendidikan Islam dalam bingkai multikultural. Menurutnya, komponen pendidikan mulai dari orang tua, sekolah, guru dan masyarakat harus bekerjasama untuk menerapkan pendidikan karakter yang jauh dari pemikiran rasis. "Masyarakat multikultural ini sudah ada sejak lama sehingga kita sudah harus membangun kesadaran sejak dini bagaimana menerapkan pendidikan Islam dalam bingkai multikultural" demikian paparnya.

Seminar international yang dipandu oleh dosen Bahasa Inggris Isna Humairah, M.Pd ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 700 mahasiswa dan sejumlah delegasi dari perguruan tinggi di kota Kendari.

Related Post