Hadirkan Pakar Psikologi dan Konseling, IAIN Kendari Ajak Guru SMA/MA se-Kota Kendari Hindari Perundungan (Bullying)

Lily Ulfia, SE 04-09-2022 (15:36:26) Berita 76 times
Kendari, Humas – IAIN Kendari membuat kampanye gerakan anti perundungan atau bullying di sekolah dengan melibatkan guru Bimbingan Konseling tingkat SMA/MA/SMK sederajat se Kota Kendari. Para guru tersebut diberikan pemahaman tentang dampak negatif dan bahaya bullying   bagi siswa melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Tindakan Preventif dan Penanganan Terhadap Bullying. Kegiatan ini menghadirkan pakar psikologi dan konseling baik dari dalam maupun luar negeri.
 
Rektor IAIN Kendari. Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd menjelaskan, bimtek bagi guru ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan tambahan terkait pentingnya menyusun strategi dalam rangka menghindari prilaku perundungan yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini. IAIN sebagai penyelenggara kegiatan berharap bahwa kegiatan ini juga dapat menjadi langkah awal dalam menyelenggarakan program anti perundungan di sekolah dengan mengambil perspektif agama sebagai landasannya.
 
“Dalam Al-Qur’an sudah sangat jelas penjelasan tentang perundungan yakni dalam surah Al- Hujurat ayat 11 tentang larangan memperolok-olok sesama manusia” kata Rektor di depan para guru bimbingan konseling dari SMA/SMK/MA di Plaza Inn Hotel, 2-4 September 2022..
 
Maraknya kasus bullying di tingkat sekolah menengah yang terjadi bukan hanya secara fisik dan verbal tetapi juga melalui media daring atau yang disebut sebagai cyberbullying menjadi dasar yang kuat perlunya diadakan pengayaan pengetahuan kepada para guru bimbingan konseling di sekolah.
 
Salah seorang narasumber, Dr. H Andi Bunyamin, M.Pd menyebutkan bahwa tindakan bullying yang terjadi terhadap siswa ibarat fenomena gunung yang yang nampak kecil di permukaan tetapi faktanya jauh lebih besar dibanding apa yang terlihat di permukaan.
 
“Survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja yang diterbitkan kemen PPPA pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak laki-laki dan 1 dari 5 anak perempuan pernah mengalami kekerasan fisik di lingkungan sekolah dan keluarganya ,” jelasnya saat memberikan materi tentang Pencegahan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah dan Keluarga.
 
Prof. Dr. Hj Ulfiah, M.Si., CPCE, narasumber dan juga merupakan Wakil Rektor IV UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan bahwa kekerasan dan perilaku bullying terjadi di sekolah sebagian besar terjadi kerena faktor keluarga.
 
“Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai multi fungsi dalam membina dan mengembangkan interaksi sosial anak sehingga gaya pengasuhan sangat berpengaruh terhadap prilaku anak di masa depan” tambahnya.
 
Untuk mengimplementasikan gerakan anti bullying, narasumber dari Mongolia, Khaliunaa Ganbold yang merupakan seorang guru dan pegiat anti perundungan dari Shine Mongol Haramafuji School, memaparkan tentang beberapa program anti perundungan yang telah berhasil dilaksanakan di Mongolia dalam menangani meningkatnya prilaku bullying di negaranya.
 
“Kami berharap dengan banyak memberikan program rekreasional dan promosi anti perundungan di media sosial yang dapat mengurangi prilaku anti bullying dan membuat warga dunia sadar tentang pentingnya isu perundungan di diskusikan di forum publik internasional, ” ungkapnya.
 
Terselenggaranya kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari para guru BK di kota Kendari dan Kabupatan Konsel yang menjadi peserta dari kegiatan ini. Chaisar yang merupakan guru BK SMA Negeri 10 Kendari mengungkapkan rasa terima kasihnya karena dapat berkumpul dan berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang masalah perundungan yang terjadi di sekolah menengah pada saat ini.
 
“Kami mengucapkan banyak terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada IAIN Kendari dan panitia kegiatan ini. Kami berharap dengan wawasan yang kami peroleh dari kegiatan ini dapat menumbuhkan lebih banyak kegiatan BK di sekolah dalam melaksanakan tindakan preventif anti perundungan di lingkungan sekolah kami” tutupnya.

Penulis : Muh. Kurniawan Rachman
Editor: Lily Ulfia