
Kendari, Humas - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar kuliah umum yang membahas tentang Peran Strategis Perguruan Tinggi Islam dalam Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045, Jumat (10/1/2026). Kegiatan ini menghadirkan Amich Alhumami, Ph.D., Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag
., dalam sambutannya menegaskan bahwa kontribusi pendidikan tinggi Islam dalam pembangunan nasional harus diwujudkan melalui kinerja nyata dan terukur.
Prof. Husain menyampaikan bahwa IAIN Kendari terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan sarana dan prasarana akademik.
“Dalam beberapa tahun terakhir, IAIN Kendari mencatatkan kemajuan dalam penguatan akreditasi program studi, peningkatan kualifikasi dosen, pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan fondasi penting bagi IAIN Kendari dalam mendukung agenda besar Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan pendidikan tinggi Islam harus berdampak langsung pada kualitas SDM dan kemajuan masyarakat. Inilah komitmen IAIN Kendari dalam menyelaraskan visi institusi dengan arah pembangunan nasional,” tegasnya.
Amich Alhumami, Ph.D., Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memaparkan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, khususnya pendidikan tinggi sebagai penggerak utama pembangunan manusia.
Ia mengungkapkan bahwa proporsi penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan tinggi masih relatif rendah, sehingga diperlukan transformasi serius dan berkelanjutan di sektor pendidikan tinggi.
“Pendidikan tinggi Islam harus berkembang menjadi institusi yang modern, produktif, dan terbuka, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam,” tegas Amich Alhumami.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi Islam tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen transfer ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi kepada masyarakat. Penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi nasional dan internasional dinilai menjadi kunci agar pendidikan tinggi Islam mampu berkontribusi langsung terhadap daya saing bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
Kuliah umum ini diikuti oleh pimpinan institut, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa IAIN Kendari. Melalui kegiatan ini, IAIN Kendari menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan relevan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (nov)
Fotografer: Andi Arif Walhidayat