
Kendari, Humas - Institut Agama Islam Negeri Kendari memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar istighosah dan dzikir kebangsaan di Masjid Baitul Hikmah, Kamis (4/9/2025). Kegiatan dihadiri oleh sivitas akademika IAIN Kendari serta masyarakat sekitar kampus.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag., menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial keagamaan, tetapi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan maulid ini kita jadikan ruang untuk memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, memperbanyak sholawat, serta meneladani kepedulian beliau terhadap sesama dan lingkungan. Nilai-nilai itu sangat relevan untuk memperkuat persatuan dan kebangsaan di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Prof. Husain juga mengajak seluruh jamaah agar menjadikan dzikir kebangsaan sebagai ikhtiar spiritual untuk mendoakan keselamatan bangsa dan negara.
“Mari kita satukan hati, memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari segala bentuk perpecahan,” tambahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan istighosah dan dzikir kebangsaan yang dipimpin oleh Dr. Moh. Safruddin, S.Ag., M.Pd.I. Suasana khusyuk menyelimuti masjid ketika doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan umat.
Usai istighosah, acara berlanjut dengan penyampaian Hikmah Maulid oleh Dr. H. Ahmad, Lc., M.H.I. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya memahami tema dari Kementerian Agama, Ekoteologi Keteladanan Nabi untuk Kelestarian Bumi dan Negeri.
Menurutnya, Rasulullah SAW adalah teladan yang menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap lingkungan.
“Beliau mencontohkan perhatian mendalam terhadap air, tanaman, dan alam sekitar. Rasulullah melarang umatnya melakukan kerusakan di muka bumi, bahkan mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan sebagaimana Allah SWT memelihara ciptaan-Nya,” tuturnya.
Selain itu, Dr. Ahmad juga mengingatkan keutamaan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Orang yang disebut bakhil adalah orang yang mendengar nama Nabi, tetapi tidak bersholawat kepadanya. Barang siapa bersholawat satu kali, Allah akan memberikan rahmat kepadanya sepuluh kali,” jelasnya.
Setelah rangkaian kegiatan di lingkup kampus, sivitas akademika IAIN Kendari mengikuti Peringatan Maulid Tingkat Kenegaraan secara virtual melalui Zoom Meeting. Acara nasional yang berlangsung di Masjid Istiqlal tersebut dihadiri langsung oleh Presiden RI, Wakil Presiden, para menteri kabinet, pejabat eselon, pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, serta umat Islam dari berbagai wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya. (nov)
Fotografer: Andi Arif Walhidayat