Guru Besar IPDN Prof. Dr. Bahrullah Akbar Beri Kuliah Umum di IAIN Kendari

Novi Rahmilia 09-12-2022 (18:57:20) Berita 669 times

Kendari, Humas – Guru Besar Bidang Keuangan Publik pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Dr. Drs. Bahrullah Akbar, S.E., M.B.A., CIPM., CPA., CA., CSFA., CFrA., CGCAE., QGIA menyampaikan kuliah umum tentang Tata Kelola dan Akuntabilitas Sektor Publik di Auditorium IAIN Kendari, Jumat (9/12/2022).

Kuliah umum dibuka oleh Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd dan dihadiri oleh jajaran pimpinan utama IAIN Kendari, Direktur Bank Sulawesi Tenggara,  Dewan Komisaris Bank Sultra, Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Sultra, Perwakilan Bank Indonesia, Kepala OJK Sultra, serta perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama.

Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa kuliah umum ini merupakan hal yang sangat penting bagi seluruh sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman dan wawasan terkait tata kelola keuangan sektor publik yang akuntabel.

“Kuliah umum ini adalah salah satu poin yang dibutuhkan oleh IAIN Kendari dalam rangka persiapan menuju transformasi menjadi universitas. Oleh karena itu perkenankan kami atas nama pimpinan IAIN Kendari beserta seluruh sivitas akademika mengucapkan terima kasih kepada Prof. Bahrullah Akbar yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu di IAIN Kendari,” ucapnya.

Guru Besar IPDN Prof. Dr. Bahrullah Akbar, M.B.A mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan langkah yang baik bagi IAIN Kendari maupun institusi dilingkungan pemerintah.

“Kehadiran berbagai pihak seperti BPK, OJK, Bank Sultra, BI dan yang lainnya inilah yang harus kita persatukan dalam rangka tata kelola. Keberadaan kita di sini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan khususnya dilingkungan provinsi sultra,” paparnya.

Prof. Bahrullah yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama Bank DKI ini menjelaskan mengenai sektor publik dan pengelolaannya. Menurutnya, sektor publik merupakan seluruh bagian dari sistem perekonomian negara yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan sektor publik dapat dilihat dari bagaimana pengelolaan negara dan itu tergantung dari sistem pemerintahan di negara tersebut.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa Indonesia menganut sistem pemerintahan Presidensil, dimana adanya pemisahan kekuasaan yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif yang berdasarkan prinsip checks and balance. Konfigurasi dalam pengelolaan sektor publik terdiri dari State: eksekutif, birokratif, peradilan, polisi dan militer, Society: organisasi keagamaan dan profesi, organisasi masyarakat, organisasi sosial, LSM dan gerakan sosial, serta Market : UMKM, koperasi, perusahaan, MNC, lembaga keuangan dan pasar modal.

“Tata kelola yang baik itu itu adalah hubungan yang interaktif antara State, Society and Market. Jika ini seimbang dan berjalan sesuai dengan peraturan pemerintah maka Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara akan lebih maju kedepannya,” jelasnya.

Wakil Ketua BPK RI 2017-2019 ini menambahkan bahwa tata kelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikatakan terkelola dengan baik jika melalui empat siklus yaitu Perencanaan dan Penganggaran. Pembahasan dan Penetapan, Pelaksanaan serta Pelaporan dan Pertanggungjawaban. Selain itu, untuk menghasilkan Good Governance dan Clean Governance dibutuhkan participation, rule of law, transparency, consensus oriented, accountability, effectiveness and efficiency, equity and inclusiveness, responsiveness.

Bahrullah Akbar meminta mahasiswa bersikap optimis dan tidak skeptis terhadap kinerja pemerintah. Meski demikian, mahasiswa diperbolehkan kritis sepanjang pemerintah terbukti melanggar prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance.

Kuliah umum diikuti oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dosen, pegawai dan mahasiswa. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan hadiah dari Prof. Dr. Bahrullah kepada mahasiswa yang telah memberi pertanyaan dan tanggapannya terkait materi yang disampaikan.

Penulis : Novi Rahmilia
Editor : Lily Ulvia