Kendari, Humas – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, Alwahidin, S.Sc., M.Sc., Kiki Novita Sari, S.H.I., ME, dan dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Amanda La Hadi, M.Pd., memperkuat kiprah akademik internasional melalui partisipasi dalam 20th Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) International Conference and Call for Papers 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Bali, Jumat (31/7/2026).
Konferensi mengusung tema Central Banking at the Crossroads of Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks dan dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan akademisi serta peneliti dari berbagai institusi.
Alwahidin tampil dalam dua sesi paralel dengan mempresentasikan dua makalah penelitian. Sementara Kiki Novita Sari dan Amanda La Hadi terlibat sebagai bagian dari tim penulis dalam penelitian yang dipresentasikan pada forum tersebut.
Pada Sesi Paralel Ruang 3, Alwahidin bersama Kiki Novita Sari, Alija Avdukic, dan Amanda La Hadi mempresentasikan paper berjudul ESG Materiality in the Age of Technological Disruption: AI Exposure, Sector Dynamics, and Institutional Context.
Penelitian tersebut mengkaji materialitas isu Environmental, Social, and Governance (ESG) di tengah perkembangan teknologi, dengan menyoroti keterkaitan eksposur kecerdasan buatan (AI), dinamika sektoral, dan konteks kelembagaan.
Alwahidin kemudian kembali tampil pada Sesi Paralel Ruang 2 bersama Amanda La Hadi melalui makalah berjudul Explainable Machine Learning Early Warning Systems for Financial Supervision: ESG Pillar-Switching Evidence from GCC and ASEAN Markets.
Riset tersebut membahas pengembangan sistem peringatan dini berbasis explainable machine learninguntuk mendukung pengawasan sektor keuangan, dengan menggunakan bukti empiris mengenai perubahan pilar ESG pada pasar kawasan GCC (Gulf Cooperation Council) dan ASEAN.
Alwahidin mengatakan, keikutsertaan dalam konferensi tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan akademik sekaligus memperluas jejaring penelitian dengan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendapatkan perspektif dan masukan dari para peneliti lain. Kami berharap hasil penelitian ini dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi bagi penguatan kajian ekonomi dan keuangan,” ujarnya.
Forum BMEB yang diterbitkan Bank Indonesia menjadi salah satu ruang akademik bagi peneliti untuk mendiseminasikan kajian terkait kebanksentralan, ekonomi, keuangan, serta perkembangan sistem keuangan global.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus memperkuat visibilitas institusi dalam jejaring penelitian ekonomi dan keuangan di tingkat nasional maupun internasional. (nov)