
Kendari, Humas - Dosen Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kendari, Amanda La Hadi, M.Pd., mempresentasikan hasil riset mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (
Artificial Intelligence/AI) dalam menganalisis tingkat kesulitan belajar matematika pada
The 19th International Conference on Educational Data Mining (EDM) 2026.
Konferensi yang menjadi salah satu forum ilmiah bergengsi di bidang
Educational Data Mining ini berlangsung pada 29 Juni - 3 Juli 2026 di COEX Convention Center, Seoul, Korea Selatan, sebagai bagian dari
Festival of Learning 2026.
Riset tersebut dipresentasikan dalam sesi
Research Poster Presentation melalui poster berjudul
When "Basic" Isn't Easy: Mining the Gap Between LLM-Predicted and Empirical Difficulty in Undergraduate Fraction Arithmetic.
Penelitian ini mengkaji kemampuan
Large Language Models (LLMs), seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan Microsoft Copilot, dalam memprediksi tingkat kesulitan soal matematika dasar, kemudian membandingkannya dengan tingkat kesulitan yang dialami mahasiswa berdasarkan data empiris. Kajian difokuskan pada materi operasi pecahan yang selama ini kerap dianggap sebagai materi dasar, namun masih menjadi tantangan bagi banyak mahasiswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi LLM memiliki korelasi yang cukup baik dengan tingkat kesulitan empiris secara umum. Namun demikian, model AI masih cenderung meremehkan tingkat kesulitan pada sejumlah soal pecahan tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman AI terhadap materi matematika belum sepenuhnya merepresentasikan kompleksitas proses berpikir dan tantangan kognitif yang dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan soal.
Amanda La Hadi menjelaskan, penelitian tersebut berangkat dari keinginan untuk mengetahui sejauh mana model AI mampu memahami kesulitan belajar yang benar-benar dialami mahasiswa, bukan sekadar menghasilkan jawaban yang benar terhadap suatu persoalan.
"Melalui penelitian ini kami menemukan bahwa masih terdapat kesenjangan antara prediksi AI dan pengalaman belajar mahasiswa berdasarkan data empiris," ujarnya.
Menurut Amanda, temuan tersebut menjadi masukan penting dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (
Artificial Intelligence in Education), khususnya untuk meningkatkan akurasi
Intelligent Tutoring Systems dalam mengidentifikasi kesulitan belajar mahasiswa dan memberikan umpan balik yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Keikutsertaan Amanda La Hadi dalam konferensi internasional ini merupakan kontribusi dosen IAIN Kendari dalam pengembangan riset di tingkat global. Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat kiprah IAIN Kendari dalam pengembangan
Educational Data Mining, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pendidikan, serta inovasi pembelajaran berbasis data, sejalan dengan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik internasional.