
Kendari, Humas - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., mengapresiasi tingginya minat calon mahasiswa terhadap IAIN Kendari yang mencapai 1.838 peminat pada seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026. Hal tersebut disampaikan saat membuka dan meninjau pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik (SSE) UM-PTKIN yang digelar secara daring dan diikuti oleh 59 PTKIN se-Indonesia, Senin (8/6/2026).
Pada kesempatan ini, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. H. Husain Insawan, M.Ag., melaporkan bahwa jumlah peminat yang memilih IAIN Kendari melalui jalur UM-PTKIN tahun 2026 mencapai 1.838 orang, sementara daya tampung yang tersedia sebanyak 1.050 kursi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 717 peserta mengikuti pelaksanaan tes UM-PTKIN di IAIN Kendari.
Menanggapi laporan tersebut, Prof. Amin Suyitno menyampaikan apresiasi atas capaian IAIN Kendari yang berhasil menarik minat calon mahasiswa melebihi kuota yang tersedia. Menurutnya, tingginya jumlah peminat tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap IAIN Kendari sebagai salah satu PTKIN yang terus berkembang dan diminati di kawasan Indonesia Timur.
“Menarik sekali melihat total peminat di IAIN Kendari yang melebihi kuota yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa IAIN Kendari memiliki daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Prof. Amin Suyitno mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni adanya peserta yang telah mendaftar di PTKIN tetapi tidak mengikuti ujian. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikaji lebih lanjut agar dapat ditemukan solusi yang tepat.
“Kita perlu mempelajari faktor yang menyebabkan banyak peserta mendaftar di PTKIN tetapi tidak mengikuti tes. Kita harus proaktif terhadap para peminat PTKIN, bagaimana caranya mereka tetap mengikuti seluruh proses atau tahapan setelah mendaftar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Amin Suyitno menilai IAIN Kendari memiliki peluang besar untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru yang melakukan registrasi ulang, terutama dari peserta yang menempatkan kampus tersebut sebagai pilihan kedua atau ketiga dalam UM-PTKIN. Karena itu, Ia mendorong IAIN Kendari untuk memperkuat strategi komunikasi dan promosi kampus agar peserta yang telah memilih dan mengikuti tes tetap menjadikan IAIN Kendari sebagai pilihan utama ketika dinyatakan lulus seleksi.
“Pekerjaan rumah berikutnya adalah bagaimana peserta yang memilih IAIN Kendari sebagai pilihan kedua atau ketiga tetap dapat terjaring. Jangan sampai mereka yang sudah mengikuti tes kemudian memilih keluar atau beralih ke perguruan tinggi lain,” katanya.
Selain itu, Prof. Amin Suyitno juga mendorong intensifikasi sosialisasi ke berbagai sekolah, termasuk sekolah-sekolah non-muslim. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperluas jangkauan informasi tentang keunggulan IAIN Kendari sekaligus memperkuat daya saing kampus dalam menjaring calon mahasiswa baru.
Pelaksanaan SSE UM-PTKIN di IAIN Kendari dijadwalkan akan berlangsung selama 3 hari, 8-10 Juni 2026. Untuk hari pertama, pelaksanaan SSE UM-PTKIN di IAIN Kendari berlangsung lancar, tertib, dan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan panitia nasional.
Melalui pelaksanaan UM-PTKIN 2026, IAIN Kendari optimis dapat menjaring calon mahasiswa terbaik sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang semakin diminati masyarakat. (nov)
Fotografer: Andi Arif Walhidayat
.