Dirjen Pendis : PTKN Harus Punya Visi Internasional

Lily Ulfia, SE 26-02-2017 (15:35:37) Berita 919 times
Wakatobi  (Humas) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) agar menetapkan visi internasional yang mampu melahirkan mahasiswa berdaya saing global.
 
“Mahasiswa kita saat ini memiliki tantangan yang besar karena mereka bukan saja menghadapi persaingan di dalam negeri tetapi juga dunia karena era globalisasi dan digitalisasi, untuk itu kita perlu memiliki visi internasional disertai dengan program yang inovatif yang membantu mahasiswa memiliki daya saing tinggi” kata Kamaruddin saat membuka kegiatan FGD Forum Kepala Biro/Kepala Bagian PTKN se Indonesia dan Rapat Kerja IAIN Kendari tahun 2017 yang dilaksanakan secara simultan di Wangi-Wangi, Wakatobi, Jum’at (24/2/17).
 
Menurut Kamaruddin, program yang perlu menjadi prioritas antara lain yang berkaitan dengan kualitas keilmuan dosen serta referensi pada perpustakaan. “Roh dari sebuah perguruan tinggi adalah kualitas keilmuan Professor dan referensi perpustakaan, kalau kita punya kekuatan itu maka yakin saja kita mampu menjadi kiblat pendidikan dunia disamping tentu saja didukung dengan hal lain seperti networking dan bahasa asing” tambahnya.
 
Ia juga berpesan kepada para Kepala Biro agar teliti dalam merencanakan anggaran serta mendengar aspirasi dari para tenaga pendidik demi penyempurnaan program dan kesesuaian dengan kebutuhan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
 
“Kepala Biro memiliki peran yang sangat penting terutama dalam penyusunan anggaran, untuk itu dalam menyusun anggaran harap memperhatikan kebutuhan Tri Dharma perguruan tinggi, tahun 2025 harapanm kami seluruh pembangunan sarana dan prasarana sudah selesai sehingga kita bias focus pada program akademik” tambahnya.
 
Hal senada disampaikan Rektor IAIN Kendari Nur Alim saat menyampaikan materi pada Rapat Kerja IAIN Kendari yang diikuti oleh para pejabat lingkup Fakultas, lembaga dan Unit serta anggota senat masing-masing Fakultas. “Perencanaan program kita sudah menggunakan prinsip bottom up, dari bawah keatas, untuk itu saya berharap program kerja yang direncanakan basisnya adalah standar mutu dan akreditasi” tegasnya.
 
Nur Alim menargetkan, seluruh program Studi di IAIN Kendari memperoleh nilai akreditasi A terutama pada Program Studi unggulan, untuk itu anggaran akreditasi maupun re akreditasi sejak tahun 2016 meningkat signifikan. “Harapan kami kenaikan anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga akan berbanding lurus dengan nilai akreditasi yang kita peroleh” harapnya.
 
Kegiatan FGD Forum Kepala Biro/Kepala Bagian PTKN se Indonesia dan Rapat Kerja IAIN Kendari tahun 2017 berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 24-26 Februari 2017. Kegiatan cukup produktif  dan menghasilkan beberapa rekomendasi pengelolaan perguruan tinggi keagamaan yang akan diusulkan ke Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI. (liv)
Wakatobi  (Humas) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) menyusun program kerja yang inovatif dalam rangka membentuk mahasiswa berdaya saing global.
 
“Mahasiswa kita saat ini memiliki tantangan yang besar karena mereka bukan saja menghadapi persaingan di dalam negeri tetapi juga dunia karena era globalisasi dan digitalisasi, untuk itu kita perlu inovatif dalam menyusun program yang membantu mereka memiliki daya saing” kata Kamaruddin saat membuka kegiatan FGD Forum Kepala Biro/Kepala Bagian PTKN se Indonesia dan Rapat Kerja IAIN Kendari tahun 2017 yang dilaksanakan secara simultan di Wangi-Wangi, Wakatobi, Jum’at (24/2/17).
 
Menurut Kamaruddin, program yang perlu menjadi prioritas antara lain yang berkaitan dengan kualitas keilmuan dosen serta referensi pada perpustakaan.
 
“Roh dari sebuah perguruan tinggi adalah kualitas keilmuan Professor dan referensi perpustakaan, kalau kita punya kekutan itu maka yakin saja kita mampu menjadi kiblat pendidikan dunia disamping tentu saja didukung dengan hal lain seperti networking dan bahasa asing” tambahnya.
 
Ia juga berpesan kepada para Kepala Biro agar teliti dalam merencanakan anggaran serta mendengar aspirasi dari para tenaga pendidik demi penyempurnaan program dan kesesuaian dengan kebutuhan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
 
“Kepala Biro memiliki peran yang sangat penting terutama dalam penyusunan anggaran, untuk itu dalam menyusun anggaran harap memperhatikan kebutuhan Tri Dharma perguruan tinggi, tahun 2025 harapanm kami seluruh pembangunan sarana dan prasarana sudah selesai sehingga kita bias focus pada program akademik” tambahnya.
 
Hal senada disampaikan Rektor IAIN Kendari Nur Alim saat menyampaikan materi pada Rapat Kerja IAIN Kendari yang diikuti oleh para pejabat lingkup Fakultas, lembaga dan Unit serta anggota senat masing-masing Fakultas. “Perencanaan program kita sudah menggunakan prinsip bottom up, dari bawah keatas, untuk itu saya berharap program kerja yang direncanakan basisnya adalah standar mutu dan akreditasi” tegasnya.
 
Nur Alim menargetkan, seluruh program Studi di IAIN Kendari memperoleh nilai akreditasi A terutama pada Program Studi unggulan, untuk itu anggaran akreditasi maupun re akreditasi sejak tahun 2016 meningkat signifikan. “Harapan kami kenaikan anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga akan berbanding lurus dengan nilai akreditasi yang kita peroleh” harapnya.
 
Kegiatan FGD Forum Kepala Biro/Kepala Bagian PTKN se Indonesia dan Rapat Kerja IAIN Kendari tahun 2017 berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 24-26 Februari 2017. Kegiatan cukup produktif  dan menghasilkan beberapa rekomendasi pengelolaan perguruan tinggi keagamaan yang akan diusulkan ke Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI. (liv)
 

Related Post