
Kendari, Humas - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Kendari berkolaborasi melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk menciptakan iklim riset yang berintegritas, transparan dan akuntabel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Meeting LPPM IAIN Kendari, Jumat (13/2/2026).
Riset ini dilakukan oleh Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si (Ketua Peneliti) Ismaun, S.Si., M.Si. (Anggota Peneliti 1) dan Irwan, S.Si., M.Si. (Anggota Peneliti 2) dengan judul penelitian "Pengembangan Sensor Voltammetri Sensitif Endocrine Disruptor Pestisida Organofosfat Melalui Modifikasi Elektroda Sinergistik Nanopartikel Carbon-dots Terdoping Oksida Mineral Kritis Al-TiO-Ag”.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua LPPM IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, M.Pd mengatakan LPPM sangat mendukung kegiatan penelitian dosen, baik lingkup nasional maupun internasional. LPPM juga mengharapkan capaian riset yang dilakukan oleh ketiga dosen IAIN Kendari ini memberi dampak positif terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia.
"Semoga kegiatan riset yang dilakukan ini memicu semangat dosen-dosen lain lingkup IAIN Kendari untuk berinovasi dalam menciptakan teknologi atau kebaruan dalam berbagai bidang," ungkapnya.
Sementara itu Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si, memaparkan tentang focus riset yang dilakukan berpusat pada bidang “pangan”. Penelitian ini berupaya mengembangkan inovasi dan teknologi sensor elektrokimia yang portable untuk mendeteksi keberadaan senyawa pestisida organofosfat pada berbagai produk pangan.
"Maraknya penggunaan pestisida pada produk pangan menjadi media munculnya berbagai permasalahan kesehatan Masyarakat. Salah satu isu menarik dari paparan pestisida ini adalah isu stunting," ungkapnya.
Penelitian ini juga lanjut Zul Arham berhasil mendapatkan luaran : 2 artikel ilmiah bereputasi internasional terindeks scopus Q1 dan Q2. Satu artikel berstatus publish di jurnal Sensor dan Imaging (Spinger, Scopus Q2) dan satu artikel lainnya berstatus under review di jurnal Materials Chemistry and Physics (Elsevier, Scopus Q1). Luaran lainnya adalah 2 naskah paten yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemkumham RI.
Ditempat yang sama Ismaun, S.Si., M.Si mengatakan bahwa Monev ini merupakan upaya BRIN dan LPPM IAIN Kendari untuk menciptakan iklim riset yang berintegritas, transparan, dan akuntabel.
"Monev yang diselenggarakan oleh LPPM IAIN Kendari dapat menjadi percontohan untuk kegiatan Monev untuk riset di bawah pendanaan BRIN. Sehingga sebagai Tim peneliti sangat mengapresiasi upaya LPPM IAIN Kendari," tuturnya. (Ibnu)