10 Mahasiswa Ikuti KKN Riset Aksi, Kerjasama IAIN Kendari dan Puslitbang Kemenag RI

Lily Ulfia, SE 17-07-2019 (22:41:21) Berita 852 times
Kendari, Humas -   Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Kendari melaksanakan program KKN Tematik angkatan kelima tahun 2019. Sebanyak 583 mahasiswa mengikuti KKN tersebut, 10 orang diantaranya terpilih mengikuti kegiatan KKN Riset Aksi di kabupaten Wakatobi. Riset Aksi merupakan program pengabdian berskala nasional, kerjasama IAIN Kendari dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenag RI.
 
Mahasiswa yang terpilih mengikuti riset aksi perupakan perwakilan dari sejumlah program studi yaitu tiga orang mahasiswa Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Ifa Rahmiati Azahra, Cahya Rani Astria Ningsih, dan Rizki Wahyuni. Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) mengutus Maulvi Hasbi Ashshiddiqi, Prodi Pendidikan Matematika diwakili oleh Fikran Taslim dan La Ode Sarlin. Prodi Pendidikan Biologi mengirim tiga orang mahasiswa , Sitti Kamaria, La Ode Fitradiansyah, dan La Ode Hendra Hayat. Sedangkan dari Prodi Ekonomi Syariah diwakili oleh Fadiyah Aulannisa.

Sebelum berangkat, peserta mengikuti kegiatan pembekalan yang dihadiri oleh pimpinan IAIN Kendari dan PUSLITBANG Kemenag RI, Selasa (16/7/19). Mereka yang turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Husain Insawan, M.Ag. dan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Dr. Batmang. M.Pd. didampingi oleh Kepala Biro AUAK, Dr. H. Nanang Fatchurrochman, M.Pd. dan Ketua LPPM, Dr. Abdul Kadir, M.Pd. Pembekalan diisi dengan pengarahan dan penyampaian hal-hal teknis dari Tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Agama RI.
 
Ketua LPPM, Dr. Abdul Kadir, M.Pd menjelaskan, KKN RISET AKSI ini sejatinya diperuntukkan untuk pengabdian berbasis Perguruan Tinggi untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdalam). Peserta Riset Aksi akan melaksanakan program pengabdian yang fokus pada kesejahteraan masyarakat melalui penguatan pendidikan dasar dan menengah. Selain melakukan pengabdian kepada masyarakat, para peserta KKN juga mengumpulkan data di lapangan berkaitan dengan program di atas. Targetnya, KKN berbasis Riset Aksi ini akan melahirkan produk yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
 
“Ada banyak hal yang dapat diberikan untuk menjangkau saudara-saudari kita di daerah terluar, salah satunya lewat pendekatan pendidikan. Perhatian ini juga ditujukan untuk menjaga integritas kebangsaan dari mereka yang tinggal di daerah sasaran,” ungkap beliau.
 
Selain riset Aksi, 583 mahasiswa mengikuti KKN Tematik 94 desa pada 13 kecamatan di Kabupaten Konawe. Mereka dijadwalkan berada di Konawe selama 40 hari terhitung sejak hari Rabu, 17/7/2019 hingga 25/8/2019.
 
Peserta KKN diterima oleh Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara di kantor Bupati Konawe. Dalam sambutannya Gusli meminta agar para mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dimanapun mereka ditempatkan. Menurutnya pemerintah kabupaten Konawe memiliki program yang sejalan dengan program pemkab Konawe yaitu Kerja Nyata dalam pembangunan ekonomi masyarakat
 
Ia juga berharap agar keberadaan mahasiswa dalam program KKN ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Konawe yang saat ini sedang dalam masa transisi pasca bencana banjir.
 
Hal senada diungkapkan Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad. Ia berharap kegiatan KKN ini mampu membantu Pemerintah Daerah Konawe dalam membangun daerah Konawe sesuai dengan program yang dicanangkan.
 
“Kita sinergikan apa yang menjadi program pemerintah dalam membangun daerahnya sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan. Salah satu bentuk dukungan itu bisa direalisasikan melalui kegiatan pengabdian,” ujarnya.
 
Ketua Panitia KKN IAIN Kendari, Dr. Abdul Gaffar menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan satu posko utama di setiap kecamatan yang bertujuan melaksanakan pengembangan produk maupun sumber daya manusia (SDM) dengan mengandalkan keilmuan masing-masing.
 
Ia melanjutkan, khusus untuk Kecamatan Pondidaha yang merupakan wilayah terparah terdampak banjir, pihaknya menurunkan 3 fakultas yang akan bertugas untuk membantu menghilangkan trauma (trauma healing) pada korban banjir. (liv)
 
 
 
 
 
 
 

 

Foto Publikasi

  • Lily Ulfia, SE 23-07-2019 (12:58:28)
  • Lily Ulfia, SE 23-07-2019 (12:58:42)

Related Post