Walikota Kendari Berikan Rekomendasi Alih Status IAIN Kendari Menjadi UIN

Lily Ulfia, SE 24-02-2020 (17:20:32) Berita 934 times
Kendari, Humas – Dukungan pemerintah daerah terhadap transformasi kelembagaan IAIN Kendari  menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) terus mengalir. Kali ini datang dari Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, SE, ME.  

“Saya mendukung sepenuhnya perubahan status ini , bagi saya tidak ada alasan untuk menolak sebab ukuran maju tidaknya pendidikan di suatu daerah adalah dari jumlah Universitasnya. Semoga ini bisa segera terwujud,” ungkap Walikota saat menerima audiensi Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd didampingi para Wakil Rektor, Dekan, dan Ketua SPI  di ruang kerjanya, Senin (24/2/20120).

Menurut Walikota, kehadiran UIN di kota Kendari akan ikut membuka akses pendidikan masyarakat sebab dapat dipastikan perubahan status dari institute menjadi Universitas akan diikuti dengan bertambahnya jumlah fakultas dan program studi.

Sebagai wujud dukungan terhadap IAIN Kendari, Walikota langsung menyerahkan surat rekomendasi alih status IAIN menjadi UIN. Bahkan jika memungkinkan dia juga bersedia mengikuti presentasi alih status di Kementerian Agama maupun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Menyinggung sola dukungan lainnya, politisi PKS ini juga menyatakan siap memberikan dukungan materil dengan memporsikan anggaran untuk pengembangan IAIN Kendari apabila pencapaian Pendapatan Asli Daerah kota Kendari naik signifikan.

Mendapat respon positif di atas, Rektor menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Walikota. Dukungan ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan transformasi kelembagaan.

“Kami akan memaksimalkan upaya transformasi ini sebagai wujud pengabdian terhadap pengembangan pendidikan di Sulawesi Tenggara. Harapan kita UIN Kendari nantinya akan menjadi ikon pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara,” jelas Rektor.

Sebelumnya, IAIN Kendari juga telah memperoleh rekomendasi dari Ketua DPRD Provinsi Sultra, Ketua DPRD kota Kendari, dan Bupati Buton Utara. Saat ini, pihak IAIN Kendari juga tengah menanti rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta sejumlah Pemerintah kabupaten lainnya yang menjadi daerah asal mahasiswa IAIN Kendari seperti Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Muna, dan Kota Bau-bau.(liv)
 

Related Post